Tips Sukses Bisnis Perkebunan dari Urban Farming

Petani memanen bunga mawar di salah satu perkebunan di Bandungan, Kabupaten Sema
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

VIVA – Akhir-akhir ini, model bisnis urban farming semakin populer di kalangan masyarakat perkotaan. Nama ini digunakan untuk menjelaskan kegiatan bertani atau berkebun di era modern atau di kalangan penduduk urban, yang meliputi kegiatan budidaya tanaman, proses dan distribusi hasil panen pangan kepada konsumen.

img_title Ramadhan 2026 Bisa Jadi Ladang Cuan, Ini 7 Tips Bisnis yang Patut Dicoba!

Produk yang dipanen dari urban farming biasanya produk-produk pangan yang berkualitas tinggi, sehingga mampu menembus pasar swalayan atau supermarket besar di seluruh Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengingat kualitas produknya bagus, maka wajar jika produk hasil panen dari urban farming dijual dengan harga yang lebih mahal. Apakah bisnis ini menjanjikan? Tentu saja.

img_title YSPN Dorong Urban Farming di Lingkungan Sekolah, Targetkan 175.000 Siswa di Pekanbaru Terlibat

Lalu, bagaimana cara bisa meraup untung dari urban farming ini? Seperti dikutip dari Cermati.com, Jumat 14 Desember 2018, berikut tips sukses bisnis perkebunan dari urban farming yang bisa Anda coba.

1. Ketahui tanaman yang cocok untuk urban farming

img_title Panen Raya BRInita, BRI Tegaskan Komitmen Dukung Ketahanan Nasional di Momen Hari Pangan Sedunia

Tanaman hidroponik seperti cabai, tomat, seledri, bunga matahari, basil dan kale dapat berkembang biak dengan cara urban farming. Jika Anda lagi mencari-cari ide bisnis yang cocok digeluti di era modern, ini bisa dijadikan referensi. Agar hasil panen memuaskan, lakukan dengan cara yang benar.

2. Tak perlu luas, siapkan lahan walau sejengkal

Proses berkebun dengan urban farming ini sangat mudah. Selain itu, tidak dibutuhkan lahan yang luas untuk melakukannya. Maklum saja, jika sulit bisa memiliki lahan yang luas di wilayah perkotaan. Cukup dengan menyediakan lahan sebesar 10x10 meter, bisnis ini sudah bisa dilakukan.

3. Jangan bingung, prosesnya sangat mudah kok!

Ya, jangan bingung dan takut gagal. Proses berkebun secara urban ini sangat mudah. Pupuk yang dibutuhkan untuk menyuburkan tanaman juga tidak neko-neko. 

Anda dapat memanfaatkan kotoran hewan atau sampah-sampah rumah tangga organik sehari-hari. Sampah dan kotoran ini diendapkan selama kurang lebih 3 minggu. Kemudian, disiram ke tanaman agar tanaman dapat tumbuh dengan subur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Segera mulai, modal yang dibutuhkan kecil

Dengan sejengkal lahan di sekitar rumah, lalu pupuk organik dari sampah rumah tangga sehari-hari yang dijadikan kompos, maka tak butuh biaya mahal untuk memulainya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut