Pertamina Olah Kelapa Sawit Jadi BBM Setara Pertamax
- ANTARA FOTO/Jojon
"Tapi untuk Cilacap, kita masih menunggu suplai RBDPO. Sedangkan Balongan, masih kita evaluasi jettynya. Di Plaju lebih mudah, karena ada tangki yang dimodifikasi untuk menampung RBDPO. Balongan tidak ada tangki. Dumai bisa pakai pipa," kata dia.
Di Dumai, Budi menambahkan, co-processing akan dilakukan pada Februari 2019. Nantinya, di kilang ini akan diinjeksi RBDPO/Degum CPO sebesar 20-25 persen volume on feed untuk menghasilkan green diesel. Di Dumai, Petamina memakai katalis PIDO-130 hasil kerjasama dengan ITB.
Jika semua kilang eksisting ini melakukan co-processing, Budi memproyeksikan, produksi green gasoline dengan kadar oktan 92 dapat dicapai sebesar 3.064 ribu barel bulan atau 487.800 kilo liter per bulan. Sedangkan produksi green LPG sebesar 1.000 MB/bulan atau 104,000 ton/bulan. Dengan angka ini, Pertamina bisa menghemat impor minyak mentah sebanyak 23 ribu barel per hari atau setara penghematan US$500 juta per tahun.
"Jadi, memberikan kontribusi positif. Tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi mengurangi impor minyak mentah. Tingkat kandungan dalam negerinya atau TKDN sangat tinggi, karena CPO yang diambil bersumber dari dalam negeri, transaksi yang dilakukan dengan rupiah sehingga mengurangi defisit anggaran negara," kata Budi. (asp)