Risiko Tinggi, Wapres JK Tak Sepakat DP 0 Persen Kendaraan

Penjualan Sepeda Motor
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

VIVA – Otoritas Jasa Keuangan atau OJK telah mengeluarkan aturan uang muka atau DP 0 persen kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor. Aturan itu tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 35/2018 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yang diterbitkan pada 27 Desember 2018.

img_title Innova dan Mobil Niaga Kejar-kejaran di Daftar Terlaris September 2026

Wakil Presiden, Jusuf Kalla menilai, aturan tersebut berisiko tinggi. Khususnya, akan menyebabkan kredit macet yang lebih besar di perusahaan pembiayaan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kan, ada aturan Bank Indonesia untuk mengatur tentang DP itu. Karena, kalau DP 0 itu kredit macetnya banyak, high risk," kata JK, kerapnya disapa, ditemui di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin 14 Januari 2019.

img_title Avanza dan Xpander Pernah Jadi Idola, Begini Penjualannya September 2026

Bahkan, JK mengatakan, kebijakan DP 0 persen bagi kendaraan bermotor ini akan menambah kerjaan debt collector. "Kalau terjadi high risk itu nanti yang bekerja nanti debt collector," kata dia. 

Sependapat dengan Wakil Presiden, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku juga tak setuju dengan aturan OJK tersebut. 

img_title Perang Saudara Toyota, Innova Reborn dan Zenix Saling Sikut

Ia menilai, pembelian mobil atau sepeda motor harus ada uang muka di depan, agar masyarakat bisa lebih bertanggung jawab. 

"Saya termasuk yang enggak setuju. Karena, ini menimbulkan risiko bagi industri leasing itu sendiri, termasuk mobilnya. Jadi, lebih baik mereka harus punya tanggung jawab ya. Di depan itu ada uang muka lah," tambahnya. (asp)

Honda Accord vs Toyota Camry

Era Kejayaan Sedan di Indonesia Mulai Pudar, Datanya Bikin Kaget

Penjualan mobil sedan di Indonesia kian terpuruk. Sepanjang Januari-Agustus 2026, hanya 2.349 unit terjual, jauh tertinggal dari SUV dan MPV yang mencapai 343.442 unit.

img_title
VIVA.co.id
19 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut