YLKI Nilai Tarif Tol Trans Jawa Terlalu Mahal 

Angkutan logistik sedang beristirahat di rest area km 391A Tol Trans Jawa.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dusep Malik

VIVA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menilai, bahwa tarif tol Trans Jawa masih dirasa mahal, baik untuk kendaraan pribadi dan atau angkutan truk. 

img_title Momen Menteri PU Nyetir Sendiri di Tol Trans Jawa: Bagus dan Smooth

"Akibat dari hal ini, volume trafik di jalan tol Trans Jawa, masih tampak sepi, lengang. Bahkan, bukan jalan tol saja, terutama selepas ruas Pejagan," ujar Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi dalam keterangannya kepada VIVA di Jakarta, Jumat, 8 Februari 2019. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karena itu, usulan agar tarif tol Trans Jawa dievaluasi atau diturunkan, menjadi hal yang rasional. Karena masih sepinya jalan tol Trans Jawa, jelas dipicu oleh tarif tol yang mahal itu. 

img_title Volume Kendaraan Arah Jakarta Meningkat di GT Cikarang Utama saat Diskon Tarif Tol Berlaku

Ia menjelaskan, tol Trans Jawa juga terancam gagal menjadi instrumen untuk menurunkan biaya logistik, dikarenakan mayoritas angkutan truk tidak mau masuk ke dalam jalan tol. 

Bahkan, sopir tidak dibekali biaya untuk masuk tol. Kecuali untuk tol Cikampek. Truk akan masuk tol Trans Jawa, jika biaya tol ditanggung oleh penerima barang. 

img_title Diskon Tarif Tol 30 Persen Hanya 2 Hari, Jasa Marga Harap Kemacetan Arus Balik Lebaran Terurai

"Terlalu mahal bagi pengusaha truk untuk menanggung tarif tol Trans Jawa yang mencapai Rp1,5 juta," ujarnya. 

Begitu juga harga makanan dan minuman di rest area juga dirasa masih mahal. Oleh karena itu, pengelola tol diminta menurunkan biaya sewa lahan bagi para penyewa. Sebab patut diduga, mahalnya makanan, minuman karena dipicu mahalnya sewa lahan bagi para tenan. 

"Dan diminta agar para tenan mencantumkan daftar harga (price list) terhadap makanan/minuman, dan barang lain yang dijualnya," tuturnya. 

Kemudian, di sepanjang jalan tol, belum terpasang rambu-rambu yang memberikan warning terhadap aspek safety. Seperti peringatan untuk hati-hati, waspada, jangan ngantuk, marka getar terutama di titik-titik kritis. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini sangat penting agar pengguna jalan tol tidak terlena karena jalan tol Trans Jawa yang lurus, dan jarak jauh," katanya. 

Ia menambahakan, manajemen trafik di rest area favorit harus diperkuat. Karena sumber kemacetan baru justru potensi terjadi di rest area tersebut, khususnya di ruas Cikampek. Apalagi setelah Jasa Marga akan menggeser gate Cikarang Utama (Cikarut), ke titik km 70, di ujung tol Cikampek. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut