Bila Anda Manajer, Ini Dia Pantangan yang Harus Dihindari
- Halomoney.
Untuk itu, manajer harus mampu menyeimbangkan antara jam kerja dan jam istirahat untuk menghindari penurunan produktivitas kerja karyawan. Bila perlu, manajer dapat mencanangkan program liburan bersama untuk menyegarkan pikiran.
Selain refreshing, liburan bersama dapat menambah kedekatan antara manajer dan karyawan, sehingga tali silaturahmi tetap terjaga dengan baik walaupun sedang berada di luar jam kerja.
5. Sifat perfeksionis yang berlebihan
Manajer tidak bisa memaksa karyawan untuk bekerja secara sempurna, karena manusia memiliki keterbatasan tertentu. Namun, manajer bisa mengharapkan hasil kerja yang maksimal.
Caranya dengan membina, mengajari, dan mengawasi kinerja karyawan secara keseluruhan. Jika terdapat kesalahan, manajer dapat memberikan pengarahan agar kesalahan tidak terulang kembali.
Hindari sifat perfeksionis yang mengakibatkan kerja perusahaan selalu tertunda. Tidak ada salahnya untuk memulai terlebih dahulu. Toh jika gagal nanti, manajer masih bisa berbenah diri untuk mendapatkan mekanisme kerja yang benar.
6. Selalu mengedepankan kepentingan pribadi
Manajer harus mampu mengesampingkan kepentingan pribadi di atas kepentingan orang banyak, terutama dalam urusan bisnis. Sebab, orang yang dirugikan ketika bisnis mengalami kegagalan tidak hanya manajer saja, tapi juga karyawan dan anggota keluarganya di rumah.
Urusan pribadi memang penting, tetapi bisa ditinggalkan untuk sementara, apalagi jika situasinya tidak terlalu urgent. Berbeda dengan bisnis yang selalu menimbulkan beragam masalah, dan berpotensi menimbulkan kerugian yang menimpa hidup banyak orang.
7. Suka menyalahkan karyawan atau bawahannya
Manajer tidak boleh menyalahkan karyawan seenaknya, apalagi sampai point finger kepada karyawan yang bersangkutan. Sikap ini sama saja dengan penghinaan yang dapat menimbulkan rasa benci dan dendam kepada manajer.
Akan lebih baik, jika manajer memanggil karyawan yang berbuat salah ke ruangannya, dan membicarakan kesalahan tersebut secara empat mata dengan karyawan. Tindakan ini jauh lebih sopan dan tidak menyakitkan hati.
8. Mengomeli karyawan di depan orang banyak
Meskipun berstatus sebagai bawahan, seorang karyawan tetap mempunyai harkat dan martabat yang harus dihargai oleh manajer. Tidak seharusnya manajer mengomeli karyawan di depan orang banyak, apalagi dengan suara meninggi hingga karyawan lain mengetahui permasalahan yang sedang dibicarakan.