Iklim Investasi Diyakini Membaik Usai Pemilu Digelar

Seminar Prospek dan Tantangan Investasi di Pasar Modal Pasca Pilpres.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

VIVA – Peneliti senior PT Bursa Efek Indonesia, Poltak Hotradero memastikan, setelah pelaksanaan pemilu pada 17 April 2019 yang apabila berlangsung dengan damai dan kondusif, Indonesia akan kembali menjadi daya tarik investor global.

img_title Purbaya Tegaskan Pencabutan Izin Tambang Martabe Demi Perbaiki Iklim Investasi

Hal itu diyakini oleh Poltak, karena dia menilai bahwa Indonesia bukanlah negara sembarangan. Sebab, Indonesia telah menjadi salah satu bagian dari portofolio global saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Investor global pasti akan tetap di Indonesia dan kembali lagi. Karena sebagai bagian dari portofolio global, Indonesia bukan negara sembarangan," kata Poltak di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis 11 April 2019.

img_title Bursa Saham Babak Belur, Prabowo Kasih Pesan Begini ke Investor

Keyakinan itu dijelaskan Poltak dengan mengacu pada kondisi empat negara yang menurutnya 'sebaya' dengan Indonesia, yakni India, Brasil, Turki, dan Afrika Selatan. Pola sekularisme ekonomi dan politik juga terjadi pada keempat negara tersebut.

"Keempat negara ini unik karena punya pola yang sama, di mana pasar modalnya seperti bergerak di rel yang berbeda dari rel ekonominya. Ekonomi bisa ke mana, tapi pasar modalnya bagaimana. Padahal biasanya kalau ada fenomena politik, market itu pasti flattening," ujarnya.

img_title Tangani Kendala Investasi Para Pelaku Bisnis, Purbaya Janji Gelar Forum Rutin Mingguan

Maka, Poltak pun menilai bahwa pada gilirannya, faktor politik dan ekonomi tidak akan terlalu berpengaruh pada performa bursa saham di Indonesia. Sebab, faktor yang sebenarnya lebih berpengaruh pada performa bursa saham itu adalah tingkat bunga dan arus portofolio global.

Dengan demikian, negara-negara berkembang utama seperti India, Brasil, Turki, dan Afrika Selatan, bahkan termasuk Indonesia, sebenarnya memiliki alokasi investasi portofolio cukup besar dalam portofolio investasi global. 

Hal itu diyakini sebagai faktor yang akan mendorong integrasi kuat dengan portofolio global itu sendiri.

"Apalagi, bercermin pada pertumbuhan ekonomi dan event politik di masa lalu, maka aspek politik memiliki pengaruh relatif rendah pada ekonomi dan pasar modal Indonesia," ujar Poltak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena ini diakui Poltak berdasarkan pengamatannya pada dinamika pasar modal, di penyelenggaraan tiga momen pemilu sebelum 2019. Dia mengakui, sebelum penyelenggaraan pemilu, para investor biasanya memang hanya akan menunggu dan melihat kondisi pasar.

Namun, apabila pemilu berhasil dilaksanakan dengan aman dan kondusif, daya tarik investasi juga akan kembali bergeliat. Karena para investor setidaknya sudah bisa menganalisis dan memprediksi pasar keuangan, serta kaitannya dengan pemerintahan baru yang terpilih dari pemilu tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut