Jokowi Segera Tanda Tangan RPP Jaminan Produk Halal

Pembukaan Halal Park di GBK, Senayan.
Sumber :
  • VIVA/Adinda Permatasari

VIVA – Presiden Joko Widodo mengaku belum menerima Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Jaminan Produk Halal. Namun, dia berjanji segera menandatangani aturan tersebut setelah sampai di mejanya.

img_title Bobby Nasution Ajak IKM Sumut Perkuat Ekonomi Keumatan dan Industri Halal

"Belum sampai ke saya, Ya, nanti kalau sampai di meja saya, saya tandatangani," kata Jokowi di Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa 16 April 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di temui terpisah, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, untuk pembahasan RPP Jaminan Produk Halal pihaknya masih perlu banyak koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Sebab, jenis produk halal sangat banyak.

img_title Masuk Tiga Besar Ekonomi Syariah, Jabar Incar Juara Umum Adinata Syariah 2026

"Tidak hanya makanan dan minuman. tetapi juga terkait dengan obat-obatan, bahan-bahan kosmetika," jelas Lukman.

Ia mengatakan, seluruh kementerian masih butuh koordinasi lebih mendalam. Saat ini, diakuinya, belum ada yang betul-betul menyetujui aturan tersebut.

img_title Bukan Sekadar Pusat Keuangan Syariah Global, RI Juga Harus Punya Daya Saing Tinggi

"Ya, semuanya (belum setuju). Ini kan kita perlu koordinasi, tidak parsial. Melihatnya harus komprehensif, menyeluruh, tidak satu-satu," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Lukman juga mengaku sektor farmasi atau obat-obatan masih menjadi aspek yang muncul dalam pembahasan secara mendalam. Ia berharap, dalam waktu dekat beleid tersebut bisa difinalkan dan ditandatangani Presiden.

"Ada beberapa bagian yang masih harus dibicarakan lebih seksama. Jadi, ada beberapa hal atau isu yang memerlukan pendalaman seksama, kemudian secara integrasi. Saya tidak bisa bilang detailnya."

Sertifikasi Halal UMKM

Pemerintah Undur Kewajiban Sertifikat Halal hingga 2028, Ini Produk yang Terdampak

Pemerintah kini tengah memperpanjang tenggat sertifikasi halal hingga tahun 2028 untuk sejumlah produk, termasuk makanan, kosmetik, obat, dan produk impor.

img_title
VIVA.co.id
18 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut