Cari Pasar Baru, Bir Bintang Ekspor ke AS dan Korea Selatan

Bir bintang
Sumber :
  • BIMO/ VIVA.co.id

VIVA – Presiden Direktur PT Multi Bintang Indonesia Tbk, Michael Chin menyampaikan keberhasilan pihaknya dalam upaya menjangkau pasar ekspor baru bagi produk Bir Bintang pada 2018 lalu.

img_title Ekspor Diperkuat, Komoditas Unggulan Sumut Senilai Rp258,9 Miliar Dikirim ke Berbagai Negara

Michael menjelaskan, saat ini Bir Bintang telah diekspor ke Amerika Serikat dan Korea Selatan, sehingga menambah jumlah pangsa pasar ekspor produk tersebut dari yang selama ini telah ada.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini membuat Bir Bintang makin dikenal di berbagai belahan dunia yang baru, setelah sebelumnya tersedia di Malaysia, Singapura, Jepang, Australia, Belanda, dan lnggris," kata Michael di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa 23 April 2019.

img_title Tak Hanya Tuding Singapura Jual Lagi Gas dari RI, Bahlil Juga Beberkan Data Ini

Selain itu, Michael juga menjelaskan, pada 2018 Perseroan juga telah mengambil sebuah langkah strategis dalam hal penetrasi ke pasar digital.

Setelah sebelumnya bermitra dengan para pelaku e-grocery, saat ini Perseroan juga telah meluncurkan sebuah aplikasi bernama Toko Bintang.

img_title Harga Singkong Meroket dari Rp700 Jadi Rp3.000 per Kg, RI Siap Ekspor ke Luar Negeri

"Langkah ini merupakan upaya transformasi hubungan perseroan dengan para pelanggan, di mana proses pemesanan dapat dilakukan secara digital," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, dalam rangka memperkuat strategi transformasi perseroan menjadi perusahaan multi-beverage, PT Tirta Prima Indonesia (TPl) yang merupakan anak usaha dari Multi Bintang, di mana sejak September 2018 lalu telah memulai produksi seluruh portofolio minuman non-alkohol perseroan, kini berhasil meraih sertifikasi halal untuk produk soda buahnya, Fayrouz.

Keseluruhan operasional TPI, termasuk fasilitas produksi dan seluruh komunikasi, sepenuhnya sudah dianggap mematuhi Standar Jaminan Halal Indonesia. (mus)
 

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Bahlil soal Pasokan Gas ke Singapura Dikurangi: Prioritas Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri, Baru Ekspor

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah memprioritaskan kebutuhan gas dalam negeri sebelum mengekspor kelebihan pasokan ke negara lain, termasuk Singapura.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut