Harga Bawang Naik Jelang Ramadan, Kemendag Klaim Terkendali

Kemendag sidak harga bawang.
Sumber :
  • Dwi Royanto/VIVA.co.id

VIVA – Kementerian Perdagangan mengklaim tingginya harga komoditas bawang bawang merah dan bawang putih jelang bulan suci Ramadan masih cukup terkendali. Kenaikan itu disebut akibat faktor cuaca yang berimbas pada hasil panen petani.

img_title Optimalkan Perjanjian Dagang, Kemendag dan Kadin Perkuat Sinergi Dongkrak Pasar Ekspor

Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag), Eva Yuliana meminta, masyarakat tak perlu was-was akan tingginya harga bawang. Pihaknya menjanjikan, kondisi itu akan segera diatasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tidak ada yang perlu diwaspadai, karena terkait stok bawang tercukupi. Penanganan juga kami sinergikan dengan swasta, importir bawang, dan petani lokal, " kata Eva, saat melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Johar Semarang, Rabu 24 April 2019.

img_title Paviliun Indonesia Raih 14 Kontrak Ekspor Senilai Rp 54,5 Miliar di Food and Hospitality Asia 2026

Di pasar tradisional kota lumpia itu, terpantau harga bawang putih. mencapai Rp40 ribu per kilogram. Sedangkan untuk  bawang merah Rp30 ribu per kilogram. Eva mengklaim, melonjaknya harga karena faktor cuaca.

"Komoditi memang beberapa waktu ini terganggu, karena pengaruh cuaca terhadap panen petani bawang," kata dia.

img_title Kemendag Gandeng Tokopedia-TikTok Shop Latih Perempuan Pelaku Usaha Lindung Kekayaan Intelektual

Karena itu, pihaknya akan bersinergi dengan Dinas Perdagangan Jateng, Bulog, dan Satgas Pangan ke depan, agar harga kembali stabil. Meski demikian, dari pantauannya komoditas bahan pokok lain seperti beras, cabai, daging, maupun telur terpantau masih cukup stabil. 

"Sejauh ini, bahan pokok secara umum stabil. Hanya saja bawang merah bawang putih agak naik dari harga sebelumnya," ujarnya. 

Ngadiran (50), salah satu pedagang di Pasar Johar menyebut lonjakan harga bawang terjadi sejak sepekan terakhir ini. Menurutnya, kenaikan itu membuat keuntungan yang didapat pedagang cukup anjlok.

”Kenaikan harga ini menyebabkan penjualan jadi turun. Otomatis keuntungan yang didapat pun anjlok. Kalau dulu uang Rp25 ribu sudah dapat satu kilogram, sekarang cuma dapat setengah kilogram kan, jadi sedikit pembelinya," ujar Ngadiran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia sendiri tidak mengetahui penyebab pasti terjadinya kenaikan harga bawang, tetapi harga memang sudah tinggi sejak di tingkat distributor. Di mana, pasokan bawang dari wilayah Brebes, Jawa Tengah, terlambat serta berkurang.

”Bahkan, kabarnya di tingkat petani di Brebes, harga bawang sudah mencapai Rp25 ribu per kilogram. Padahal, normalnya hanya sekitar Rp7 ribu,” ucapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut