Menhub Nilai O-Bahn Cocok Dibangun di Surabaya

Ilustrasi O-Bahn
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengakui pihaknya sedang mengkaji angkutan massal yang merupakan gabungan antara Bus Rapid Transit dan Light Rapid Transit bernama 'O-Bahn'. Angkutan ini dinilai bisa menjadi alternatif angkutan massal perkotaan di Indonesia. 

img_title 48 Bandara Terdampak Kabut Asap Karhutla, 2.458 Penerbangan Terganggu hingga Oktober 2026

Menurut Menhub, O-Bahn bisa mengefisienkan jalanan yang ada karena bisa digunakan di jalanan umum maupun 'rel'. Khususnya, di daerah-daerah yang membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Surabaya kelihatannya cocok," ujar Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 24 Juni 2019.

img_title Menhub Belum Putuskan Impor KRL Bekas, KAI Targetkan Pengiriman Mulai Akhir 2026

Alasannya, lanjut Budi, Surabaya memiliki jalan yang relatif besar dan kota ini membutuhkan terobosan sarana transportasi. Selain Surabaya, daerah yang mengalami kemacetan, menurutnya juga perlu terobosan yang sama. 

Dia pun mengaku pihaknya ingin pelaksanaan pembangunan bisa dilakukan sesegera mungkin.  "Ya secepat mungkin, paling enggak tahun depan mulai. Studi mulai sekarang, tahun depan mulai perencanaan," katanya. 

img_title Truk ODOL Jadi Sorotan, Kemacetan Pelabuhan Ketapang Diminta Tak Terulang

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, sebelumnya mengatakan, optimalisasi angkutan massal penting dilakukan untuk mengantisipasi semakin banyaknya kendaraan pribadi. Berbagai macam angkutan massal perkotaan telah dibangun seperti Bus Rapid Transit (BRT), Light Rapid Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri menyampaikan, moda angkutan massal seperti misalnya O-Bahn dapat dibangun dengan biaya lebih murah dibandingkan dengan LRT, namun agak lebih mahal dibandingkan dengan BRT biasa.

“Kapasitasnya lebih besar dari pada busway, tapi lebih kecil dari LRT. Anggarannya memang lebih besar dari pada busway karena kita harus membangun beberapa ruas jalur,” kata Zulfikri dalam keterangan resmi Kemenhub. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

O-Bahn diketahui merupakan bagian dari sistem transit BUS cepat. O-Bahn ini memadukan konsep BRT dan LRT dalam satu jalur yang sama. 

Bus ini memiliki roda pandu yang berada di samping ban depan bus. Roda pandu ini menyatu dengan batang kemudi roda depan, sehingga ketika bus memasuki jalur O-Bahn, supir tak perlu lagi mengendalikan arah bus karena roda pandu akan mengarahkan bus sesuai dengan arah rel pandu serta mencegah bus terperosok ke celah yang ada di jalur. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut