Emiten Baru BEI Sumbang Empat Persen dari IPO Global pada 2019

Pegawai melintas di dekat layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

VIVA – Riset 'Global IPO Trends Report: Q2 2019' pada 2018 menyebut, Bursa Efek Indonesia menduduki peringkat ke-10 dari total keseluruhan jumlah penawaran umum perdana saham secara global.

img_title PLN Raup Pendapatan Rp 281 Triliun di Semester I-2025, Penjualan Listrik Naik 4,53 Persen

Partner Transaction Advisory Services Ernst & Young atau EY Indonesia, Iwan Margono bahkan menegaskan, 55 perusahaan yang melantai di BEI pada 2019 ini menyumbang sekitar empat persen, dari keseluruhan IPO global yang menghasilkan 1.384 emiten baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pencapaian ini diakui Iwan cukup menggembirakan, mengingat bahwa proses dan mekanisme IPO bagi sebuah perusahaan bukanlah hal yang mudah karena mereka harus mempersiapkan diri lebih awal dan secara menyeluruh.

img_title Short Selling Bakal Diberlakukan Akhir September 2025, BEI Ungkap Tujuannya

"Sehingga mereka dapat menangkap jendela opportunity yang tepat ketika dibuka," kata Iwan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa 23 Juli 2019.

Iwan menambahkan, setiap tahapan menuju IPO itu harus dilalui dengan baik oleh masing-masing perusahaan yang menjadi calon emiten baru tersebut, dan dengan persiapan matang agar mendapatkan hasil yang maksimal.

img_title BEI Bukukan Laba Bersih Rp 673 Miliar di Tahun 2024

"Di sini lah edukasi kepada para calon emiten menjadi fundamental," ujar Iwan.

Guna memenuhi peran edukasi dalam upaya menggenjot jumlah emiten baru di lantai bursa tersebut, Iwan pun berharap penyelenggaraan 'IPO Masterclass: Funding Growth Through IPO' pada 22-23 Juli 2019 bisa memberikan gambaran utuh kepada para calon emiten baru, mengenai bagaimana menjadi perusahaan publik yang sehat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan keahlian global dan pemahaman lokal yang luas, lanjut Iwan, EY Indonesia pun berkomitmen kuat untuk turut serta terus mendukung pengembangan pasar modal dan meningkatkan jumlah emiten di Indonesia.

"Kami juga sangat mengapresiasi kerja BEI di 2018 dalam menyosialisasikan serta mengedukasi para perusahaan untuk go-public, melalui beragam program yang telah berhasil mencatatkan hasil yang membanggakan bagi kemajuan pasar modal Indonesia," ujarnya.

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto

Hasto PDIP soal Petinggi OJK-BEI Mundur: Ini Satu Keteladanan Baru

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto buka suara soal mundurnya para petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Dirut PT Bursa Efek Indonesia buntut ambruknya IHSG.

img_title
VIVA.co.id
31 Januari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut