Janji dan Target Jokowi di Pidato Kenegaraan 16 Agustus 2019

Presiden Jokowi
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam pidato Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 dan Nota Keuangan di Gedung MPR-DPR, Jumat, 16 Agustus 2019 mengungkapkan sejumlah keberhasilan ekonomi yang dicapai pemerintahnya. Selain itu, dia juga membeberkan target yang akan dicapai pada 2020 mendatang.

img_title 64,2 Persen Penduduk RI Masih di Bawah Standar Kemiskinan Bank Dunia, Apa Indikatornya?

Jokowi bilang perekonomian Indonesia selama lima tahun ini menggembirakan di tengah gejolak perekonomian global. Tren pertumbuhan ekonomi Indonesia naik dari 4,88 persen pada 2015 menjadi 5,17 persen pada 2018, dan pada paruh pertama tahun ini tercatat 5,06 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejalan dengan itu, angka pengangguran pun ikut menyusut menjadi 5,01 persen pada Februari tahun ini dibanding Februari 2015 yang tercatat 5,8 persen. Jumlah penduduk miskin juga berkurang dari 11,22 persen pada Maret 2015 menjadi 9,41 persen pada Maret 2019. Angka ini merupakan yang terendah dalam sejarah Indonesia.  

img_title Pemerintah dan Komisi XI Sepakati Asumsi Makro hingga Postur RAPBN 2027, Dolar Dipatok Rp 17.500

Di samping capaian positif tersebut, Jokowi memasang sejumlah target pada tahun depan, dari mengurangi angka kemiskinan hingga menjanjikan tunjangan hari raya (THR) untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). Berikut ini, beberapa target tersebut.

Asumsi ekonomi makro

img_title Menkeu Purbaya Target Kemiskinan Nasional Turun 6,5 Persen pada 2027

Pertumbuhan ekonomi ditargetkan berada pada tingkat 5,3 persen dengan konsumsi dan investasi sebagai motor penggerak utamanya. Inflasi akan tetap dijaga rendah pada tingkat 3,1 persen untuk mendukung daya beli masyarakat. Nilai tukar rupiah di kisaran Rp14.400 per US$, sedangkan suku bunga SPN 3 bulan diperkirakan di tingkat 5,4 persen pada 2020.

Sementara harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan sekitar US$65 per barel. Target lifting minyak dan gas bumi masing-masing sebesar 734 ribu barel dan 1,19 juta barel setara minyak per hari.

Defisit anggaran turun

Defisit anggaran tahun 2020 direncanakan sebesar 1,76 persen dari PDB, atau sebesar Rp307,2 triliun. Angka ini turun dibanding tahun 2015 sebesar 2,59 persen terhadap PDB dan proyeksi 1,93 persen pada 2019. Sementara pendapatan negara dan hibah ditarget sebesar Rp2.221,5 triliun, serta belanja negara sebesar Rp2.528,8 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemiskinan dan pengangguran turun

Jokowi menargetkan penggangguran menurun 4,8-5,1 persen dan tingkat kemiskinan bisa berkurang menjadi 8,5-9 persen pada tahun 2020. Sementara, ketimpangan susut di kisaran 0,375 sampai 0,380. Sementara pemerintah optimistis pembangunan kualitas manusia dapat terus ditingkatkan dengan target IPM mencapai 72,51 pada tahun 2020.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut