Bos McDonald's Dipecat Gara-gara Terlibat Skandal dengan Karyawannya

McDonald's
Sumber :
  • Vivanews/Nurcholis Anhari Lubis

VIVA – CEO McDonald's, Steve Easterbrook, dipecat gara-gara terlibat skandal hubungan konsensual dengan karyawannya. Kabar ini diumumkan McDonald's pada Minggu, 3 November 2019, waktu setempat.

img_title Prabowo Pamer Capaian MBG di WEF: Produksi Capai 59,8 Juta Porsi

McDonald'ss mengumumkan bahwa bos mereka, Steve Easterbrook, sudah tak lagi bergabung karena dianggap melanggar kebijakan perusahaan dan terlibat hubungan konsensual dengan seorang karyawan yang tak diketahui namanya. Pria 52 tahun itu juga mengakui tindakannya tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya terlibat dalam hubungan konsensual dengan seorang karyawan baru-baru ini yang mana menyalahi kebijakan McDonald's," kata Steve Easterbrook dalam emailnya kepada para karyawan, mengutip The Wall Street Journal.

img_title Prabowo Pede Program Makan Bergizi Gratis Kalahkan McD, Target Tembus 82 Juta Porsi Sehari

"Ini adalah sebuah kesalahan. Mengingat nilai-nilai perusahaan, saya setuju dengan para dewan bahwa ini saatnya saya pindah. Lebih dari itu, saya harap kalian bisa menghormati keputusan saya untuk menjaga privasi saya," katanya kemudian.

Perwakilan Steve Easterbrook juga mengatakan bahwa pria tersebut sangat senang bisa bergabung di perusahaan besar tersebut. Posisi Easterbrook akan diisi oleh Chris Kempczinski, presiden McDonald's's Amerika.

img_title Siap-siap McD Akan Berubah, Pelanggan di Indonesia Jangan Pindah

Dewan direksi McDonald's disebut akan melakukan penyelidikan dan bertindak cepat terkait kasus ini. Namun perusahaan tersebut menolak untuk memberikan detail masalahnya. 

Presiden RI Prabowo Subianto di WEF 2026 Davos

Momen Prabowo Pamer Capaian MBG di WEF Davos: Kami Akan Lampaui McDonald's!

Dengan capaian tersebut, Prabowo secara lugas membandingkan skala MBG dengan McDonald's, bahwa program nasional itu akan segera melampaui raksasa fast food global itu

img_title
VIVA.co.id
23 Januari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut