Luhut Tanggapi Serikat Pekerja Pertamina yang Tolak Ahok

Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.

VIVA – Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar menyatakan mereka akan menolak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok jika diangkat menjadi Komisaris Utama PT Pertamina. Menurut Arie, jika Ahok menjadi pimpinan Pertamina akan membuat kegaduhan.

img_title Dari Dapur Warga untuk Energi Berkelanjutan: Pertamina dan Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Hal itu pun mendapat respons keras dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut seakan tak setuju dengan alasan FSPPB yang disampaikan Arie soal Ahok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Emang dia siapa?" kata Luhut di kantornya, Senin malam, 18 November 2019, seperti dikutip dari VIVAnews.

img_title Terungkap Menteri 'RAMA' Terima Rp 40 Juta per Minggu dalam Surat Dakwaan Silmy Karim

Seperti diketahui, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan alasan dipilihnya Ahok untuk bergabung ke BUMN lantaran rekam jejaknya yang baik selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Menurut Erick, Ahok merupakan figur pendobrak yang dibutuhkan BUMN.

Soal penolakan Ahok, Kementerian BUMN juga memberikan tanggapan. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga meminta kepada serikat pekerja Pertamina tidak membawa urusan politik ke ranah bisnis. Menurut dia, ada baiknya serikat pekerja Pertamina untuk melihat lebih dahulu kinerja Ahok sebelum menolaknya.

img_title Cerita Petani Uma Palak Menarik Perhatian Delegasi ASCOPE, Dari Air untuk Sawah hingga Energi Mandiri

"Kita harapkan teman-teman serikat pekerja lihat dulu kalau Pak Ahok masuk di mana, lihat dulu kerjanya," kata dia.

Terkait keinginan serikat pekerja Pertamina, yang ingin petingginya diduduki oleh pejabat karier atau internal perusahaan, Arya bilang bahwa tak melulu petinggi BUMN seperti Pertamina harus berasal dari internal. Bahkan kata dia, jika ingin membuat gebrakan, maka perlu diambil dari eksternal perusahaan dengan kemampuan yang mumpuni.

"Semua juga ingin begitu (pejabat karier). Kadang-kadang gini, kita kalau mau bikin perusahaan langkah berbeda, kita harus berani buat hal-hal yang baru juga," ujarnya.

Sementara itu, Arie sebelumnya mengatakan bahwa Pertamina sangat strategis yang melayani kebutuhan banyak orang. Karena itu, dikhawatirkan Ahok bisa menimbulkan kegaduhan jika bergabung dengan BUMN minyak dan gas tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami tahu track record Pak Ahok selalu bikin onar. Bakal bikin kegaduhan. Bisa dibayangkan kalau Pak Ahok jadi pimpinan Pertamina, dia ngomong kotor, gaduh di mana-mana," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Menurut Arie masih banyak yang lebih pantas menduduki jabatan tersebut di Pertamina, terutama dari internal perusahaan. Pasalnya, mereka yang berasal dari internal lebih paham soal masalah di Pertamina.

Mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim

Terungkap Aliran Uang Rp40 Juta per Pekan ke Menteri 'RAMA' yang Diduga Merujuk Menteri Imipas, Ini Respons KPK

KPK belum memastikan apakah Menteri Imipas Agus Andrianto akan dipanggil untuk memberikan keterangan dalam sidang kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal WNA.

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut