Sri Mulyani Geram Ada Kepala Kantor Pajak Jadi Mafia

Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati geram adanya praktik kasus korupsi yang terjadi di kantor pelayanan pajak. Kasus yang tengah disorotinya, yakni korupsi di lingkungan petugas pemeriksaan atau account representatives.

img_title KPK Sita 4 Mobil dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana Kebencanaan BNPB, Ada BMW

Praktik korupsi yang juga membuat Sri Mulyani marah adalah kepala kantor pajak yang menjadi mafianya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Petugas pemeriksanya main-main atau kepala kantornya jadi mafia. Kita punya dua extreme case itu," kata Sri Mulyani,  Rabu, 4 Desember 2019, seperti dikutip dari VIVAnews.

img_title Babak Baru Kasus Suap Izin Lahan ATR/BPN Bogor, KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Investindo

Dia mencium adanya modus penyelundupan barang-barang mewah dari luar negeri, seperti komponen Harley Davidson dan dua sepeda Brompton yang masuk ke Indonesia tanpa bayar bea masuk.

Anehnya, barang tersebut dilakukan oleh oknum karyawan dari maskapai Garuda Indonesia, dengan menggunakan pesawat baru Airbus A330-900. Untuk itu, Sri Mulyani mengatakan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah meningkatkan kemampuannya melalui kerja sama dengan negara lain.

img_title KPK akan Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan di Sumut, Termasuk Pihak di Pusat

"Perubahan-perubahan kebijakan, dan peningkatan kewaspadaan mereka (oknum penyelundupan) juga akan makin canggih. Jadi ya kita akan terus memperbaiki penanganan kita, intelijen kita, pajak dan bea cukai, bersama-sama," ujarnya.

Sementara itu, dia berharap hukuman kepada oknum tersebut harus lebih berat lagi bukan sekedar dipecat. Karena itu, setiap satu orang melakukan tindakan korupsi bisa menodai citra positif Kementerian Keuangan.

Misalnya, kata dia, dari 349 karyawan kantor pelayanan pajak yang bekerja dengan benar tapi cuma karena satu persoalan. Maka, semua akan tercoreng nama baiknya.

"That's pengkhianatan, makanya saya kesel banget soal itu. Bisa enggak lebih keras dari dipecat karena itu bagian dari menyakitkan hati kita," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Garuda diminta terbuka
    
Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Garuda Indonesia untuk terbuka soal ditemukannya komponen motor Harley Davidson dan dua sepeda Brompton dalam pesawat yang baru didatangkan dari Prancis. Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Garuda harus menginformasikan secara transparan siapa pemilik barang itu atau akan diberikan ke siapa.

"Saya kira akan lebih baik jika informasi ini dijelaskan secara terbuka agar tidak ada kekeliruan pemahaman," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut