Ratusan Warga Korsel Jadi Korban Jiwasraya

Sosialisasi asuransi Jiwasraya.
Sumber :
  • Dokumentasi Jiwasraya.

VIVA – Ratusan warga Korea Selatan menjadi korban Asuransi Jiwasraya. Perusahaan asuransi pelat merah itu hingga kini belum membayarkan polis asuransi 473 warga negara Korea Selatan.

img_title Terpopuler: Ubed Keluar Sebagai Runner-Up French Open 2026, Gaji Fantastis Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate

Sebagian korban macetnya pembayaran polis oleh perusahaan asuransi milik negara ini mengadu ke Komisi VI DPR. Di antara 48 korban yang mengadu, salah satunya Vice President Samsung Indonesia Kang Hyun Lee.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lee mengungkapkan bahwa dananya yang nyangkut di Asuransi Jiwasraya sebanyak Rp8,2 miliar. "Total Rp18 miliar, Rp8 miliar sudah dicairkan dan sisanya Rp8,2 miliar di Jiwasraya," kata dia di kompleks DPR/MPR, Jakarta, dikutip dari VIVAnews.

img_title Reaksi Erick Thohir usai Indonesia Sabet 15 Emas dan Finis di Posisi 8 Asian Para Games 2026

Soal itu, anggota Komisi VI DPR Nevi Zuairina meminta Kementerian BUMN supaya Jiwasraya membayar kewajibannya kepada para nasabah pemegang polis. Apalagi banyak nasabah yang tertarik menjadi nasabah Jiwasraya karena merupakan perusahaan milik pemerintah.

Selain itu, menurut dia, perusahaan BUMN asuransi tersebut juga seharusnya jangan sampai merugi lantaran saat awal memiliki 17 ribu nasabah. "Di mana nasabah membayar Rp100 juta di awal. Premi asuransi itu mestinya mampu memberikan kinerja perusahaan yang baik dalam waktu singkat," kata dia dilihat dari situs dpr.go.id.

img_title Asuransi Fleksibel Jadi Alternatif Perlindungan Sesuai Kebutuhan Konsumen

Namun, Asuransi Jiwasraya justru menghadapi masalah saat jatuh tempo klaim polis pada Oktober 2018 lalu, dengan nilai mencapai Rp802 miliar dari 711 polis. Nilai polis itu harus dibayar kepada tujuh mitra Bancassurance Jiwasraya, yakni Standard Chartered Bank, Bank KEB Hana Indonesia, Bank Victoria, Bank ANZ, Bank QNB Indonesia, Bank Rakyat Indonesia dan BTN.

Adapun laba bersih Asuransi Jiwasraya 2017 sebelum diaudit sebesar Rp2,4 triliun. Namun setelah manajemen ganti dan laporan keuangan diaudit oleh PricewaterhouseCoopers (PWC), laba bersihnya hanya ratusan miliar.

"Hasilnya, laba bersih Jiwasraya menciut menjadi Rp360 miliar saja," ungkap dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Erick Cari Jalan

Soal Jiwasraya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha secara maksimal dan terbaik supaya Jiwasraya sehat kembali. Ketika disinggung apakah dirinya bisa menjamin uang nasabah yang masih nyangkut di Jiwasraya akan dikembalikan, Erick mengatakan bahwa itu adalah bagian dari konsolidasi holding untuk mendapatkan cash flow perusahaan lebih sehat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut