Gubernur BI Beri Sinyal Ada Ruang Turunkan Suku Bunga

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

VIVA – Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali sejak awal tahun. Awalnya, pada Januari 2019, BI 7 Day Reverse Repo Rate berada di level enam persen dan kini pada September sudah di posisi 5,25 persen.

img_title Pengembangan Ekonomi Pesantren Sunan Drajat Makin Mandiri hingga Omzet Ratusan Miliar

Penurunan suku bunga ini masing-masing terjadi pada bulan Juli, Agustus, dan September 2019m, sebesar 25 basis poin. Lantas, masih adakah ruang untuk menurunkan suku bunga sampai akhir tahun?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo enggan mengungkap secara gamblang bocoran kebijakan moneter ini ke depan. Namun, pihaknya akan melakukan kebijakan akomodatif untuk menghadapi situasi eksternal.

img_title FEKDI x IFSE 2026 Jadi Ajang Sinergi BI dan Pemerintah Pacu Ekonomi Keuangan Digital RI

"Ke depan, Bank Indonesia akan melanjutkan bauran kebijakan yang akomodatif," kata Perry di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis 19 September 2019.

Bauran kebijakan akomodatif yang dimaksud, lanjut Perry, adalah antara lain adalah antara lain penyesuaian suku bunga, Giro Wajib Minimum, Makroprudensial, likuiditas pasar keuangan hingga sistem pembayaran.

img_title Hadir di FEKDI 2026, GoPay Dorong Inovasi dan Talenta Masa Depan Keuangan Digital Indonesia

"Insya Allah bulan depan akan kita umumkan di sini," kata Perry.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk diketahui, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18-19 September 2019 telah memutuskan untuk kembali menurunkan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin dari sebelumnya 5,5 persen. Sehingga suku bunga acuan saat ini berada di level 5,25 persen.

Begitu juga dengan suku bunga deposit facility yang diputuskan untuk turun sebesar 25 basis poin menjadi sebesar 4,5 persen, serta suku bunga lending facility sebesar enam persen.

Ilustrasi belanja di supermarket

Penjualan Eceran Naik, Makanan hingga Rokok Jadi Penopang Belanja Warga RI

Penjualan eceran RI tumbuh 1,3 persen pada Agustus 2026. Data BPS mencatat belanja rokok dan tembakau mencapai Rp94.180 per kapita per bulan. Baca di sini

img_title
VIVA.co.id
9 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut