Sandiaga Bilang RI Berstatus Negara Maju Cuma Label dari Amerika

Mantan Wagub DKI Sandiaga Uno
Sumber :
  • Rilis Sandiaga Uno

VIVA – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno menanggapi rencana Presiden Joko Widodo yang ingin menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada 2024. 

img_title Anggaran Perlinsos Capai Rp639,6 Triliun, Pemerintah Kejar Target Kemiskinan Turun Jadi 5 Persen di 2029

"Ya, baguslah menghapus kemiskinan, tapi ke 0 persen—yang sekarang kan 9 koma berapa persen— walaupun kita optimis, harus juga realistis," kata Sandiaga usai diskusi di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu 7 Maret 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyebutkan, di Jakarta saja tingkat kemiskinan masih sekitar 3-3,4 persen. Kerak kemiskinan menjadi hal yang paling susah diturunkan. Maka solusinya harus dengan aneka kebijakan, misal, pendidikan,  kesehatan, membangun kekuatan ekonomi keluarga.

img_title Bestari Tepis Omongan Bro Ron soal Kader Ingin Jokowi Jadi Ketum PSI: Bukan

Meski begitu, ia setuju soal keharusan menurunkan secara signifikan angka kemiskinan sehingga Indonesia bisa benar-benar menjadi negara maju. 

"Karena sekarang kita negara maju itu hanya label yang diberikan oleh Amerika kepada kita. Padahal kita lihat dari segi angka kemiskinan, angka stunting, berapa target-target sustainable development goals, kita belum sampai ke sana," ujarnya.

img_title Kuasa Hukum Dokter Tifa Tanya soal Kumis Jokowi di Sidang Kasus Ijazah

Ia mengakui suka dengan target-target yang ambisius, tetapi harus realistis. Target menurunkan kemiskinan ekstrem sampai nol persen pada 2024 cenderung tak realistis. Kalau 2045 masih memungkinkan, menurut saya, karena masih ada 25 tahun.”

Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi (kiri)

Jokowi Didesak Masuk Pengurus DPP PSI, Kader Bogor Sampai Bertanya Kapan Gabung

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mendapat dorongan dari kader PSI Kabupaten Bogor, untuk masuk dalam kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut