Bappenas Ingatkan Pemukiman Padat Rawan Jadi Pusat Penyebaran Wabah

Pemukiman Padat Penduduk
Sumber :
  • Vivanews/Nurcholis Anhari Lubis

VIVA – Direktur Perkotaan, Perumahan, Permukiman Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti mengatakan, permukiman padat dengan infrastruktur dasar yang belum memadai, sangat berpotensi menjadi pusat penyebaran wabah bagi para penduduknya.

img_title Kolaborasi Bangun Bangsa Jadi Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Meskipun kondisinya tidak sedang mengalami masa pandemi seperti COVID-19 saat ini, namun hal itu kerap terjadi pada sejumlah kasus wabah lain seperti misalnya demam berdarah, diare, atau bahkan tuberculosis (TBC).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Apalagi sebenarnya untuk COVID-19 itu sumber pusat penyebarannya seringkali datang dari daerah-daerah, yang memang kondisi drainase atau bahkan lingkungannya kurang baik," kata Dewi dalam telekonferensi bersama The HUD Institute, Kamis 9 Juli 2020.

img_title Bappenas Pastikan Dana Pemerintah Masih Aman Hadapi Dampak El Nino, Fokus pada Penanganan Mendesak

"Jadi potensi penularan COVID-19 di kawasan padat penduduk atau bahkan kumuh itu, memang relatif lebih besar," ujarnya.

Dewi menjelaskan, banyaknya permukiman di perkotaan yang kondisinya lebih padat, termasuk dari variasi sektor ekonomi para penduduknya yang pasti lebih homogen dan lebih terdistribusi, menyebabkan timbulnya persoalan-persoalan seperti misalnya masalah kesehatan tersebut.

img_title Bappenas Ungkap Cadangan Beras Pemerintah Tembus 5,19 Juta Ton, Lampaui Target Semester I 2026

"Karena dari sisi ketersediaan perumahan, lahannya pasti akan lebih terbatas karena makin lama harga lahan juga akan lebih mahal," kata Dewi.

Apalagi, di kota-kota besar seperti Jakarta, nyatanya juga masih banyak hal-hal yang belum memadai dalam hal pemenuhan kebutuhan akan permukiman.

Misalnya seperti soal layanan infrastruktur dasar, serta aspek-aspek perumahan layak yang mungkin juga masih belum tersedia dan memadai bagi kebanyakan masyarakat.

Terlebih, data BPS juga menunjukkan bahwa sebanyak 38,9 persen atau hampir 40 persen penduduk di perkotaan, masih tinggal di permukiman-permukiman yang tidak layak. Baik itu dilihat dari kualitas bangunan, ketersediaan luas bangunan, maupun akses terhadap infrastruktur dasar lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi permukiman yang rentan menjadi pusat penyebaran wabah, adalah permukiman padat yang aksesnya memang sulit," kata Dewi.

"Misalnya dengan jalan yang mungkin tidak terlalu lebar, dan tidak bisa diakses dengan kendaraan. Sehingga layanan-layanan seperti pengangkutan sampah, drainase, air limbah, ataupun air minum juga terkendala," ujarnya.
 

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution.

Butuh Dukungan Pusat, Bobby Nasution Beberkan 5 Prioritas Pembangunan Sumut kepada Bappenas

Gubernur Sumur Bobby Nasution menyampaikan kepada Bappenas terkait sejumlah proyek prioritas di Sumatera Utara yang membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat.

img_title
VIVA.co.id
9 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut