Semangat Anjani Gerakkan Warga Desa Sejahtera
- Astra
Soal kualitas kain batik, semua tergantung pada niat sang pembatik. Jika ia berniat membuat batik dengan tingkat kesulitan tinggi, akan perlu waktu yang lama. Tetapi, hasilnya dapat dijual dengan harga yang tinggi juga.Â
Misalnya saja, kain batik Anjani ada yang terjual seharga Rp13 juta. "Iya waktu itu dibeli orang Papua, Alhamdulillah. Tapi itu sebelum pandemi, kalau sekarang kami memberikan diskon, misalnya yang tadinya Rp4 juta menjadi Rp2,5 juta," ujar Anjani.
Pandemi juga membuat Anjani tergerak membagikan masker kain secara gratis. Ada 500 masker kain dengan motif khas batik bantengan dibagikan ke masyarakat sekitar. Hingga kini, galeri batiknya terus memproduksi masker kain batik dan sudah terjual sekitar 12.000 buah.
Dua tahun setelah menerima apresiasi SATU Indonesia Awards, Anjani dipercaya menjadi penggerak Desa Sejahtera Astra (DSA) di Desa Bumiaji.
Setelah berkolaborasi dengan DSA, Anjani dan desanya semakin dikenal se-Malang Raya (Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang). Kini, tidak hanya melatih pembatik cilik memproduksi kain, Anjani mengembangkan kawasan wisata edukasi batik di mana pengunjung dapat berwisata sambil mempelajari proses pembuatan batik.
Kini, ada 58 anak yang belajar di sanggarnya, 28 di antaranya menjadi pembatik aktif. Sebelum terjadi pandemi, setiap bulan Anjani bersama anak-anak binaannya menghasilkan 45 kain batik, yang tiap lembarnya dapat dijual Rp300-750 ribu.
Produk turunannya pun semakin banyak, seperti tas, sepatu, dan lukisan. Pendapatan masyarakat pun meningkat hingga 27 persen.