UMKM Siap-siap Kebanjiran Proyek dari BUMN

Ilustrasi para pelaku usaha UMKM.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

VIVA – Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia atau Akumindo mengaku tak lagi terabaikan oleh pemerintah setelah diberikan akses menjadi vendor bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

img_title Reaksi Erick Thohir soal Kasus Bobotoh Tewas Dibacok di Bogor, Singgung Ancaman Pengurangan Poin Klub

Ketua Akumindo, Ikhsan Ingratubun, mengatakan sebelum adanya pembukaan akses pasar tersebut oleh Kementerian BUMN, yang saat ini dipimpin Erick Thohir, untuk bisa menjadi bagian dari bisnis BUMN sangat sulit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebelumnya terabaikan oleh BUMN, tapi sekarang sudah dimintakan untuk menjadi vendor bagi BUMN,” kata dia, Kamis 6 Agustus 2020.

img_title Yusril Minta Definisi Keuangan Negara Diperjelas, Soroti Risiko Bisnis BUMN Jadi Kasus Korupsi

Baca juga: Jokowi Ingin Ada Penggabungan BUMN Penerbangan dan Pariwisata

Ikhsan menganggap dengan terobosan kebijakan tersebut, produktivitas UMKM bisa kembali naik. Sebab, dari 37 ribu UMKM yang melaporkan terdampak COVID-19, 56 persennya melaporkan terjadi penurunan penjualan.

img_title Terpopuler: Ubed Keluar Sebagai Runner-Up French Open 2026, Gaji Fantastis Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate

"Dengan dibuka seperti ini, apalagi masuk pasar digital dan komitmen BUMN untuk mengambil produk-produk UMKM, saya kira ini bisa meningkatkan produktivitas,” ungkap Ikhsan.

Ia berharap program tersebut dijalankan secara konsisten dengan dibuatkan aturan yang terperinci untuk melindungi UMKM dalam menjalankan usahanya. Dia pun berharap progran itu bukan hanya selama masa pandemi COVID-19 saja.

"Jangan karena masalah pandemi saja, tetapi memang harus ada aturannya, bahwa UMKM ini sebagai partner atau dibukakan pasar oleh BUMN untuk menyerap pasar, menyerap produknya dan itu dilaksanakan secara konsisten," tegas Ikhsan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan program yang dinamakan Pasar Digital UMKM (PaDi UMKM) itu akan dilaksanakan bulan ini. Pengadaan yang dilakukan BUMN sebesar Rp18,5 triliun, dari sisi belanja modal maupun operasionalnya, sedangkan di bawah Rp14 miliar akan diserahkan ke UMKM.

"Dalam konteks meningkatkan kapasitas usaha UMKM, kami di BUMN berkomitmen memberikan ruang kepada para UMKM untuk menjadi supplier atau vendor BUMN," kata Tiko, sapaan akrabnya, Selasa 28 Juli 2020. (ren)

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir

Pesan Tegas Erick Thohir Usai Tragedi Suporter di Bogor

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan tidak ada toleransi terhadap aksi kekerasan di lingkungan sepak bola Indonesia. PSSI pun berkoordinasi dengan kepolisian untuk m

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut