RUU Ciptaker Dinilai Dapat Selamatkan Indonesia dari Jurang Resesi

Suasana pelabuhan peti kemas
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Pengamat ekonomi Rahma Gafmi menilai Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) dapat membantu Indonesia lolos dari jurang resesi ekonomi. Sebab, dia mengatakan, RUU Cipta Kerja akan menarik banyak investasi ke dalam negeri.

img_title Investasi Teknologi Bukan Sekadar Ikut Tren, Ini Cara Menyesuaikannya

"Kalau RUU Ciptaker segera diketok oleh anggota parlemen maka itu akan akan menarik investasi untuk lebih kencang datang ke Indonesia," kata Rahmi, Senin, 10 Agustus 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca juga: Stafsus Jokowi Ungkap Cara Pemerintah Hindari Jurang Resesi Ekonomi

img_title Danantara Siap Umumkan Investasi AI dan Pusat Data di New Asia Forum 2026

Rahmi menuturkan, RUU Cipta Kerja adalah peraturan yang bisa menyelesaikan berbagai persoalan. Misalnya, dia mengatakan, RUU Cipta Kerja dapat membuat peraturan yang tumpang tindih saat ini menjadi lebih jelas.

Dia berkata banyaknya peraturan yang saling tumpang tindih telah menjadi hambatan investasi masuk ke Indonesia. Padahal, dia mengatakan, investasi adalah senjata untuk menghadapi resesi ekonomi.

img_title Danantara Siapkan Investasi Besar pada 2027, Mineral Kritis hingga AI Jadi Incaran

"Tidak ada jalan keluar lagi kecuali kita bagaimana mempositifkan investasi. Karena kita tahu bahwa investasi yang positif itu akan memperluas kesempatan kerja," tuturnya.

"Kalau kesempatan kerja itu cukup diperluas maka tentunya dampak COVID-19 ini, walaupun kita mempunyai suatu pertumbuhan ekonomi yang negatif di kuartal kedua ini, saya yakin justru nanti akhir tahun, kuartal IV, walaupun ada suatu pertumbuhan yang negatif tapi tidak terlalu dalam," ujar Rahma.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rahma menjelaskan, daya beli masyarakat yang rendah selama pandemi memberi dampak negatif terhadap perekonomian nasional. Dia berkata, rendahnya daya beli secara otomatis akan menurunkan produktivitas.

"Tapi, bagaimana kita bisa membangun suatu daya beli masyarakat yang kuat kalau misalnya tidak ada perluasan kesempatan kerja. Salah satu yang menjadi suatu pendorong perluasan kesempatan kerja adalah membangun investasi., baik itu dari luar maupun domestik," ujarnya. (art)

Gedung Sate, Kota Bandung (Foto ilustrasi).

Jabar Masih Cetak Realisasi Investasi Tertinggi Nasional, Tembus Rp91 Triliun di Triwulan III 2026

Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Jawa Barat pada triwulan III 2026 mencapai Rp54,3 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp36,7 triliun.

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut