Heboh Kabar Merger Grab dan Gojek, Siapa yang Untung
Senin, 21 September 2020 - 23:26 WIB
Sumber :
- Nikkei Asian Review
"Gopay sendiri statusnya sudah decacorn," kata Poltak.
Poltak menegaskan, saat ini perusahaan ride-hailing sebenarnya tidak bisa menutupi biaya jika hanya mengandalkan lini bisnis transportasi. Apalagi, jika perusahaan terus-menerus menerapkan strategi bakar uang.
"Jika Grab yang mengakuisisi Gojek, valuasi Gopay harus dihitung. Sementara bagi Gojek mereka tidak membutuhkan akusisi itu karena semua yang ada di Grab sudah ada di Gojek," ujar Poltak. (ase)
Bentuk Dana Cadangan, Pramono Pastikan DKI Tetap Pegang Kendali Bank Jakarta Meski IPO
Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan pembentukan Dana Cadangan Daerah guna memperkuat kapasitas fiskal dan menjamin ketersediaan anggaran pembangunan.
VIVA.co.id
11 Oktober 2026