Nilai Tukar Rupiah Betah di Rp14.900 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Menghitung uang kertas rupiah pecahan 100 ribu
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih betah bertengger di level Rp14.900 per dolar AS di pasar spot, hingga Selasa, 29 September 2020, pukul 10.00 WIB. Sama seperti penutupan perdagangan kemarin.

img_title Rupiah Tertekan ke Rp17.913 per Dolar AS, Pasar Waspadai Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Baca Juga: Skema Terburuk Bank Dunia, Ekonomi RI 2020 Minus 2 Persen 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdro) Bank Indonesia mematok nilai tengah rupiah hari ini di level Rp14.920 per dolar. Menguat dari nilai tengah kemarin di level Rp14.959 per dolar AS.

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.896 per Dolar AS pada Jumat Pagi, Naik 19 Poin

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan, kondisi itu disebabkan pelaku pasar keuangan masih pesimis terhadap penanganan COVID-19 di Indonesia yang masih terus mengalami pertumbuhan dari sisi peningkatan kasus positif. 

"Pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ke-2 yang diterapkan di DKI Jakarta, masyarakat yang terkena COVID-19 di luar dugaan terus bertambah dan bahkan mencapai rekor tertinggi," tutur dia dikutip dari analisisnya hari ini.

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.855, BI Ungkap Strategi Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global

Meski demikian, dia melanjutkan, pelaku pasar keuangan menanti terobosan penanganan menggunakan metode Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) seperti di tingkat RT, RW, kantor, atau pondok pesantren yang dianggap lebih efektif menekan angka penularan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PSBM, menurutnya, akan lebih menambah dan meningkatkan daya beli masyarakat  karena tidak adanya pembatasan di tempat-tempat yang berbasis ekonomi seperti pasar, mal, restoran dan kafe dan ini bisa diterapkan di DKI Jakarta ke depan.

"Apalagi Bank Indonesia memperkirakan bulan September ini akan terjadi inflasi meskipun tipis. Berdasarkan perkembangan terbaru Survei Pemantauan Harga (SPH) minggu keempat September, BI memproyeksikan akan terjadi inflasi sebesar 0,01 persen," tutur dia.

Ilustrasi rupiah dan dolar

Rupiah Melemah ke Rp18.080 per Dolar AS, Konflik Houthi dan Harga Minyak Jadi Sorotan

Rupiah sore hari ini ditutup melemah ke Rp18.080 per dolar AS akibat kekhawatiran pasokan energi global, kenaikan harga minyak, dan tekanan fiskal Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut