Dampak COVID-19, Garuda Pensiunkan Dini 500 Karyawan

Garuda Indonesia
Sumber :
  • ANTARA Foto/Muhammad Iqbal

VIVA – Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengakui terdapat sejumlah efisiensi dari segi ketenagakerjaan yang dilakukan pihaknya, sebagai langkah penyesuaian terhadap kondisi industri penerbangan yang terdampak pandemi COVID-19.

img_title Garuda Batalkan Seluruh Penerbangan Dari dan Menuju Jakarta, Bandung serta Lampung hingga Senin Siang

Salah satu yang dilakukan maskapai pelat merah itu adalah menawarkan program pensiun dini kepada para karyawannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami menawarkan pensiun dini kepada karyawan karyawati Garuda, dan alhamdulillah sudah ada sekitar 500 orang yang mengambil tawaran pensiun dini itu," kata Irfan dalam telekonferensi, Selasa, 6 Oktober 2020.

img_title Penerbangan Garuda dari Jeddah ke Jakarta Dialihkan ke Bandara Kertajati

Irfan menegaskan, tindakan-tindakan semacam ini dilakukan pihaknya dalam upaya melakukan penghematan dan efisiensi, melalui upaya negosiasi yang dilakukan kepada pihak tenaga kerjanya.

Baca juga: Tolak Omnibus Law, Buruh di Pulogadung Mogok Kerja Tiga Hari

img_title Eks Karyawan Vilmei Akui Dapat Rp600 Juta, Uangnya Dipakai Bayar Kos hingga Beli Kosmetik

Sebab, dia mengakui bahwa masa-masa pandemi COVID-19 dan dampaknya bagi sektor penerbangan seperti saat ini, merupakan salah satu masa terberat yang pernah dihadapi oleh Garuda Indonesia. 

"Tapi ini juga masa yang paling baik buat kita melakukan berbagai hal, seperti misalnya restrukturisasi biaya, kemudian apakah akan ada penghematan, apakah akan meningkatkan pendapatan kita, dan sebagainya," ujar Irfan.

Selain masalah penghematan dan peningkatan pendapatan, Irfan menegaskan bahwa manajemen Garuda akan selalu berprinsip, jika tindakan perusahaan sepahit apa pun harus menciptakan 'sense of motivation' sebagai salah satu prinsip bisnis Garuda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena dia memastikan bahwa tindakan apa pun yang dilakukan manajemen Garuda, tidak akan ada gunanya apabila ujungnya hanya akan menciptakan rasa demotivasi bagi para pekerja Garuda itu sendiri.

"Saya tidak ingin mengatakan bahwa semua orang akan termotivasi, tetapi jangan pernah kita mengambil keputusan yang menghilangkan fondasi dari 'good company', yaitu motivasi dari individu-individu yang bekerja di dalam perusahaan," ujarnya. (ase)

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rivqy Abdul Halim atau Gus Rivqy

Gus Rivqy Soroti Aturan Baru Bagasi Garuda, Minta Ditinjau Ulang

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Rivqy Abdul Halim atau Gus Rivqy, meminta PT Garuda Indonesia meninjau ulang kebijakan baru terkait ketentuan bagasi penumpang.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut