Kookmin Pegang Saham Pengendali, Pengawasan Bukopin Makin Ketat

Bank Bukopin.
Sumber :
  • Instagram @bukopinsiaga

VIVA – Pengawasan terhadap PT Bank Bukopin Tbk dipastikan semakin kuat usai KB Kookmin Bank Co.Ltd masuk sebagai pemegang saham pengendali. Bukopin bakal diawasi oleh dua otoritas perbankan yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan The Financial Supervisory Service di Korea Selatan.

img_title Ketegangan Memanas, Artileri Korea Utara Terlihat di Dekat Perbatasan

Baca Juga: Erick Thohir: China dan Korsel Naksir Proyek Nikel US$20 Miliar di RI

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Bidang Pengembangan Kajian Ekonomi Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Aviliani, mengatakan dengan masuknya Kookmin akan membuat Bukopin semakin prudent. Selain itu, dengan pengawasan yang makin ketat, nasabah Bukopin juga bakal diuntungkan.

img_title Mulai Rp200 Jutaan, Ini Pilihan MPV Korea di Indonesia

"Dengan pengawasan yang makin ketat dan sistem operasi yang lebih baik fundamental Bukopin tentunya akan semakin solid kedepannya. Hal ini akan menguntungkan nasabah," ujar Aviliani kepada media di Jakarta, dikutip Kamis 15 Oktober 2020.

Perlu diketahui, di luar OJK dan FSS, pengawasan terhadap Bukopin juga turut dilakukan oleh otoritas pasar modal. Di Indonesia, Bukopin merupakan perusahaan publik yang memberikan laporan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara di luar negeri, KB Financial Group Inc. yang merupakan induk Kookmin juga tercatat melakukan dual-listing saham di Korea Exchange dan New York Stock Exchange.

img_title Kisah Bukang-i, Hiu yang Dua Kali Terdampar di Kanal Pelabuhan Busan

Keputusan OJK yang mendorong Kookmin untuk menjadi pengendali di Bank Bukopin terbukti manjur. Salah satunya bisa dilihat dari tren penguatan harga saham perseroan di BEI. Menguatnya saham BBKP dinilai sebagai sinyal positif bagi para investor yang telah menanamkan modalnya di bank legendaris ini.

"Komitmen Kookmin untuk terus meningkatkan modal menunjukkan bahwa bisnis perbankan di Indonesia masih sangat bagus, apalagi jika pandemi telah usai. Inilah yang memicu saham Bukopin menguat," terang Aviliani. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah ketatnya persaingan dan besarnya efek pandemi COVID-19, Aviliani menyarankan Bukopin agar terus memperkuat posisinya sebagai di segmen UMKM. Apalagi Bukopin memiliki banyak anak perusahaan yang memungkinkan terciptanya kolaborasi.

Diketahui, Kookmin telah mendapatkan restu dari OJK untuk menjadi pemegang 67 persen saham Bukopin. Kookmin dikenal sebagai bank yang memiliki kekuatan bisnis pada segmen retail banking serta usaha kecil dan menengah (UKM) yang selama ini juga menjadi kekuatan Bukopin. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut