Proyek MRT Fase II Terancam Molor Gegara Kontraktor Jepang

Pekerja berjaga di terowongan proyek pengerjaan Mass Rapid Transit (MRT) Stasiun Senayan di Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

VIVA – Pembangunan proyek MRT Jakarta fase II Rute Harmoni-Kota terancam molor satu tahun karena belum ada kontraktor asal Jepang yang berminat menggarap pekerjaan konstruksi tersebut. Akhirnya, PT MRT pun mengusulkan agar tender proyek ini dibuka untuk kontraktor internasional.

img_title Ditegur karena Minum di MRT, Pria Ini Malah Cekcok dengan Satpam hingga Berujung Viral

Rekomendasi itu, kini menunggu persetujuan Jepang sebagai penyedia dana yang berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia untuk pengerjaan proyek MRT Fase II ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Muhamad Kamaluddin, mengatakan, ada tiga paket pengerjaan yang belum ada kontraktornya. Paket CP 202 (pembangunan rute Harmoni - Mangga Besar), CP 205 (pengerjaan sistem serta elektrik perkeretaapian dan rel), dan CP 206 (pengadaan kereta).

img_title Demo Massa di Jakarta, MRT Tutup Sementara Pintu Masuk Stasiun Dukuh Atas

Baca juga: Ribuan Orang Ajukan KPR Online di IPEX Virtual 4D 2020

"Paling sulit mendapatkan kontraktornya adalah paket CP 206. Sebab, tak ada sama sekali kontraktor asal Jepang yang berminat. Padahal, MRT Fase II ini dibiayai JICA (Badan Kerja Sama Internasional Jepang) dengan skema special terms for economic partnership (tied loan) yang mensyaratkan kontraktornya harus dari Jepang," kata Kamal, Rabu 21 Oktober 2020.

img_title Berlaku 12 Oktober, MRT Jakarta Ubah Sistem Tap, Ini yang Harus Diketahui Penumpang

Di sisi lain, lanjut Kamal, sebenarnya banyak kontraktor internasional yang berminta menggarap paket CP 206. Untuk itu, PT MRT merekomendasikan agar tender dibuka untuk kontraktor dari semua negara, tak hanya kontraktor asal Jepang.

"Tapi ini kan dananya dari JICA, makanya JICA harus bersedia dulu untuk dibuka ke negara lain. Untuk paket ini, banyak kontraktor dari Eropa, Asia, dan Korea Selatan yang sudah mengantre untuk ikut tender proyek ini," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan, untuk paket CP 205, tendernya diperpanjang hingga 26 Oktober 2020. Paket ini sudah ada dua kontraktor dari Jepang yang berminat. Sedangkan, paket CP 202 sudah gagal tender karena tidak ada peminat dari kontraktor Jepang.

"Kini MRT dan JICA sudah sepakat untuk melakukan penunjukkan langsung. Paket CP 202 ini ditunjuk langsung kontraktor asal Jepang. Proses penunjukannya akan tuntas akhir tahun ini," jelas Kamal.

Ilustrasi penumpang naik Transjakarta

Jumlah Penumpang Naik Transportasi Umum di Jakarta Naik pada September, Transjakarta Terbanyak

BPS DKI Jakarta mengemukakan jumlah penumpang angkutan publik di ibu kota yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta mengalami peningkatan pada September 2026

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut