Euforia Vaksin COVID-19 Topang Penguatan IHSG Hari Ini

Monitor elektronik IHSG
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali menghijau di level 5.480 pada pembukaan perdagangan Rabu 11 November 2020. Posisi itu menguat 17 poin atau 0,32 persen, dibanding penutupan perdagangan Selasa 10 November 2020 di level 5.462.

img_title IHSG Menguat ke 6.039 pada Pembukaan Jumat, LQ45 Ikut Naik

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, memprediksi peluang penguatan lanjutan IHSG pada perdagangan hari ini akan terbatas, karena dibayangi aksi ambil untung oleh para investor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Euforia investor terhadap prospek vaksin COVID-19 yang mulai mendekati sempurna, menjadi sentimen utama bagi IHSG," kata Lanjar dalam keterangan tertulisnya, Rabu 11 November 2020.

img_title IHSG Tergelincir 1,88% ke 6.031, Investor Dibayangi Lonjakan Yield US Treasury

Baca juga: Ternyata 5 Miliarder Ini Ada di Balik Kemenangan Joe Biden

Selain itu, Lanjar juga menjelaskan bahwa para investor kembali melirik aset haven, setelah kekhawatiran studi vaksin COVID-19 yang masih memiliki rintangan untuk diselesaikan.

img_title IHSG Sempat Hijau di Pembukaan, 6.137 Jadi Level Terendah Pagi Ini

Secara global, investor fokus pada risiko bahwa stimulus fiskal AS yang baru mungkin kurang dari yang diharapkan. Melonjaknya kasus COVID-19 dan tantangan hukum terhadap hasil pemilu AS, juga akan membebani sentimen. 

"IHSG masih dibayangi aksi profit taking sehingga peluang penguatan lanjutan di perdagangan selanjutnya akan terbatas dengan support resistance 5.450-5.500," 

Lanjar juga memberikan rekomendasi mengenai saham-saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini, diantaranya yakni HMSP, GGRM, LPPF, MEDC, BDMN, HRUM.

Sementara secara teknikal, analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji, menjelaskan, berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance berada pada level 5.380,54 hingga 5.490,81.

Berdasarkan indikator, MACD, stochastic, maupun RSI, masih menunjukkan sinyal positif, meskipun stochastic maupun RSI dapat berpotensi terjadi jenuh beli.

"Terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diberitakan sebelumnnya, Pfizer dan mitranya BioNTech mengatakan, vaksin mereka untuk melawan virus corona atau COVID-19 sangat efektif bahkan melebihi ekspektasi, dengan hasil yang kemungkinan besar akan disambut dengan kegembiraan dan kelegaan dalam menghadapi pandemi global.

Vaksin ini adalah yang pertama diuji di Amerika Serikat untuk menghasilkan data tahap akhir. Perusahaan asal Jerman ini mengatakan, analisis awal dari hasilnya menunjukkan bahwa individu yang menerima dua suntikan vaksin dalam 3 minggu, mengalami lebih dari 90 persen lebih sedikit gejala COVID-19, dibanding mereka yang menerima plasebo. Selama berbulan-bulan, para peneliti telah memperingatkan vaksin itu mungkin hanya efektif 60-70 persen. (ren)

Gelandang Timnas Swiss, Granit Xhaka

Granit Xhaka Didenda Rp3,2 Miliar gegara Sertifikat Vaksin COVID-19 Palsu

Kapten Swiss Granit Xhaka didenda sekitar Rp3,2 miliar terkait sertifikat vaksin COVID-19 palsu. Denda ditangguhkan selama dua tahun dengan sejumlah syarat

img_title
VIVA.co.id
9 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut