Pertamina dan ESCO Jajaki Kerja Sama Kembangkan Energi Terbarukan
- Istimewa
VIVA – Pemerintah saat ini menarik lebih banyak investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Berbagai cara, dari pembangunan infrastruktur hingga fasilitas perizinan telah dibenahi agar semakin banyak pelaku usaha dari luar negeri yang berinvestasi di Indonesia.Â
Salah satunya adalah Uni Emirat Arab (UEA) yang menyatakan keinginannya untuk menjalin kerja sama di Indonesia. Sebelumnya, Putra Mahkota UEA, Pangeran Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) menyampaikan kesediaan Pemerintah Uni Emirat Arab menyiapkan dana investasi saat pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo, di Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi, UEA, beberapa waktu lalu.
Salah satu perusahaan asing yang menjajaki peluang investasi di Indonesia adalah Emirates Specialized Contracting & Oilfield Services (ESCO) yang merupakan perusahaan swasta milik Kerajaan (Royal owned) dengan memiliki lebih dari tujuh puluh anak perusahaan dan perusahaan mitra yang mengkhususkan diri dalam minyak dan gas baik di layanan hulu maupun hilir.
Baca juga: IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Cek Rekomendasi Saham Pilihan
Tim eksekutif ESCO juga telah menyatakan minat yang kuat untuk berinvestasi di sektor energi Indonesia dan akan menjadi salah satu mitra strategis Pertamina. Untuk menyatakan minatnya tersebut, sembilan anggota tim ESCO Indonesia belum lama ini bertemu dengan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, membahas kerja sama, dengan fokus pada produksi energi terbarukan yang dapat dimulai pada 2022.
Dewan ESCO Indonesia menyatakan kesediaan untuk memberikan keahlian, teknologi, dan dukungan keuangan untuk hulu, pemurnian, manajemen, perdagangan, pasokan, pelatihan, dan jasa. Investasi dari ESCO ditargetkan untuk proyek-proyek yang mencakup pengembangan kilang bio, penyimpanan minyak mentah, bahan bakar dan LPG, serta pasokan energi masa depan, seperti Geothermal dan Hidrogen.
Sementara itu, Corporate Secretary ESCO Oil & Gas Indonesia, Lawrence Siburian menambahkan, ESCO memasok minyak mentah (crude) dan produk minyak ke mitra terpilih di sejumlah negara dengan kemitraan jangka panjang untuk pasokan produk dan jasa terkait.
ESCO juga bekerja sama dengan Perusahaan Minyak Nasional Nigeria (NNPC), Perusahaan Minyak Libya (LOC), Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG), dan Organisasi Negara untuk Pemasaran Minyak (SOMO), serta banyak kilang di kawasan Teluk.