PT PP Garap Proyek SPAM Lintas Pekanbaru hingga Kampar
- Dokumentasi PT PP.
VIVA – Perusahaan pelat merah bidang konstruksi dan investasi PT PP, melakukan groundbreaking proyek Sistem Penyediaan Air Minum (“SPAM”) Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Total investasi yang akan digelontorkan senilai Rp2 triliun.
Proyek itu digarap oleh anak usaha PT PP yang bergerak di bidang investasi infrastruktur, yaitu PT PP Infrastruktur (PP Infra). Lalu dibentuk lah PT PP Tirta Riau yang merupakan Badan Usaha Kerjasama (BUK) dengan swasta.
Baca juga: Sandiaga Uno Optimis Bisnis 3 Sektor Ini Bisa Digenjot RI dengan Mesir
Perusahaan itu dibentuk oleh Konsorsium PPMV yang terdiri dari PT PP Tbk, PT PP Infrastruktur, Maynilad Water Services Inc, dan PT Varsha Zamindo Lestari sebagai pelaksana pembangunan SPAM Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten
Kampar.
Setelah beroperasi nanti, SPAM tersebut akan melayani +624.000 jiwa atau sekitar 102.000 Sambungan Rumah di 5 kecamatan. Yaitu Tampan, Bukit Raya, Marpoyan Damai, Siak Hulu, dan Tambang dengan peningkatan cakupan layanan 0 persen di area pelayanan menjadi 55 persen.
"Investasi ini merupakan investasi mandiri yang seluruh pembiayaannya berasal capital expendiiture (Capex) PT PP Tirta Riau di mana kepemilikan sahamnya dipegang oleh Konsorsium PPMV. Total nilai investasi yang akan digelontorkan oleh PT PP Tirta Riau adalah sebesar Rp2 triliun," Direktur Utama PP Infra Didik Mardiyanto dikutip dari keterangannya, Minggu 22 November 2020.
Dia mengungkapkan, SPAM ini memiliki kapastitas 1.000 liter per detik (lpd) antara PDAM Tirta Siak Kota Pekanbaru, PDAM Tirta Kampar Kabupaten Kampar, dan PT Sarana Pembangunan Riau dimana sumber air baku berasal dari Sungai Kampar.
Kerja sama ini akan berlangsung selama 30 tahun antara PT PP Tirta Riau, PDAM Tirta Siak Kota Pekanbaru, PDAM Tirta Kampar Kabupaten Kampar, dan PT Sarana Pembangunan Riau. Melalui, Divisi Air nya yang merupakan cikal bakal terbentuknya BUMD Air Provinsi Riau.
"Perlu disampaikan bahwa PP Infra saat ini merupakan satu-satunya investor dan perusahaan pertama di Indonesia yang mengembangkan infrastruktur SPAM dari hulu hingga hilir. Meliputi, pembiayaan pembangunan Instalasi Pengolahan Air kapasitas output 1.000 lpd, beserta seluruh bangunan kelengkapannya," tambahnya.