BPS Ingatkan Pemerintah Waspada Terhadap Perlambatan Investasi

Kepala BPS, Suhariyanto.
Sumber :
  • VIVAnews/Mohammad Yudha Prasetya

VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada kuartal IV-2020 ekonomi Indonesia masih alami kontraksi hingga mencapai 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Atau minus 0,42 persen dibandingkan kuartal III-2020.

img_title Perizinan Tenaga Kerja Asing Dipermudah Demi Genjot Investasi, Intip Aturan Mainnya

Dengan demikian, sepanjang 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi hingga minus 2,07 persen secara year-on-year. Capaian ini menjadi yang paling buruk sejak krisis moneter yang pernah terjadi pada 1998.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan masih negatifnya pertumbuhan ekonomi 2020 tak lepas dari dampak dari COVID-19 yang melanda dunia. Bahkan, pada kuartal IV-2020 lalu kasus COVID-19 semakin tinggi dan sulit diturunkan sehingga hambat kinerja setiap negara.

img_title 5 Aplikasi Investasi Saham Amerika untuk Investor Indonesia yang Praktis

"Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di banyak negara. Bahkan kita melihat beberapa negara Eropa terjadi second wave hingga kembali lockdown," kata Suhariyanto dalam telekonferensi, Jumat 5 Februari 2021.

Atas kondisi tersebut, BPS juga mencatat laju pertumbuhan dari sisi pengeluaran di Indonesia mengalami kontraksi. Dan hanya pada sisi pengeluaran pemerintah saja yang justru alami pertumbuhan positif.

img_title OJK: Penyaluran Kredit Industri Perbankan Tembus Rp 9.135 Triliun Per Juli 2026

Suhariyanto mengungkapkan dari sisi pengeluaran yang memiliki kontribusi cukup besar namun alami kontraksi cukup signifikan terjadi pada Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi yang pada 2020 alami kontraksi 4,95 persen.

"Karena kontribusi (PMTB) cukup besar yaitu 31,73 persen, maka dengan kontraksi ini kita perlu waspada terhadap pergerakan investasi ke depan. Sebab, akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi," tegas Suhariyanto.

Ia menuturkan, pada kuartal IV-2020 PMTB Indonesia kontraksi 6,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, kontraksinya kali ini tidak sedalam pada kuartal II dan III-2020 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anjloknya investasi PMTB pada kuartal IV-2020, lanjut Suhariyanto disebabkan oleh berkurangnya investasi pada barang modal jenis mesin yang tentunya sangat terdampak akibat produksi di dalam negeri dan barang impor.

"Itu terjadi pada impor mesin pesawat mekanik, peralatan listrik, kemudian barang modal kendaraan, yang semuanya terdampak akibat kondisi domestik maupun kinerja impor," ujarnya.

Aisar Khaled

Aisar Khaled Dipolisikan! Begini Awal Mula Kasus Perjanjian Investasi Rp5,7 Miliar

Persoalan antara agensi asal Indonesia dan influencer asal Malaysia, Aisar Khaled, kini berlanjut ke jalur hukum. Pihak agensi resmi membuat laporan polisi.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut