Merger Gojek-Tokopedia, Keamanan Data Pelanggan Harus Terjamin

Tokopedia
Sumber :
  • vivanews/Andry Daud

VIVA – Rencana merger antara dua perusahaan startup raksasa asal Indonesia, yakni Gojek dan Tokopedia, mendapat perhatian dari para pengamat terkait aspek keamanan dan pengelolaan data pelanggan.

img_title 4 E-Commerce Ini Bakal Resmi Pungut Pajak Mulai 1 November 2026, Shopee hingga Blibli

Ketua Cyber Law Center Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran dan pakar keamanan data pribadi, Dr. Sinta Dewi Rosadi, menilai bahwa setidaknya baik pihak Gojek maupun Tokopedia sudah berupaya melakukan perbaikan-perbaikan, terkait kebijakan perlindungan data para pelanggan mereka ke depannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Keamanan data tentunya harus menjadi perhatian kita semua, karena jangan sampai data pribadi pelanggan itu dibagi ke pihak lain," kata Sinta dalam keterangan tertulisnya, Selasa 23 Februari 2021.

img_title Perlebar Peluang bagi Brand Lokal, Discovery Commerce Dongkrak Nilai Transaksi Fesyen hingga 70 Persen

Baca juga: Tenaga Medis COVID-19 di Agam Belum Dapat Insentif Sejak Juni 2020

Sinta mengatakan, perusahaan seperti Gojek yang memegang data pelanggan yang besar, semestinya sudah memperbaiki kebijakannya terkait perlindungan privasi data pelanggan. Dia pun mengapresiasi apabila pihak Gojek sudah melakukan upaya perbaikan demi melindungi data para pelanggannya itu. "Dan itu bagus," ujarnya.

img_title Seratusan Produk UMKM Lokal Program Pilihan Busan Dipasarkan di Tokopedia-TikTok Shop

Merger atau penggabungan perusahaan di industri digital merupakan hal yang lumrah mengingat sektor usaha yang tergolong dinamis. Selama perusahaan menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola data, aksi merger seharusnya tidak berpengaruh terhadap hal keamanan data konsumen dan masyarakat.

Selain itu, lanjut Sinta, data konsumen juga akan tetap aman, selama dilindungi oleh regulasi yang harus dipatuhi oleh masing-masing perusahaan digital di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa tingkat keamanan sistem internal dan upaya perlindungan data nasabah merupakan hal yang saling berkaitan, dalam hal menjaga reputasi perusahaan. Jika terjadi kebocoran data, maka hal itu diyakini dia akan membuat konsumen tidak akan menaruh kepercayaan lagi kepada perusahaan itu.

Apalagi di Indonesia, di mana regulasi terkait keamanan data nasabah belum sepenuhnya ada, maka konsumen akan rentan terekspos terhadap hal tersebut. Oleh karenanya, dalam kaitan dengan merger Gojek dan Tokopedia, Sinta melihat pentingnya kedua perusahaan memiliki standar keamanan perlindungan data pelanggan yang sama, agar bisa memberikan perlindungan yang optimal kepada pelanggannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut