Mendag Lutfi Sebut Ada Predator Harga di E-Commerce Indonesia

Mendag M Lutfi (VIVA)
Sumber :
  • vstory

VIVA – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan akan menetapkan regulasi khusus di pasar perdagangan secara elektronik atau e-Commerce untuk mencegah terus terjadinya persaingan harga tidak sehat.

img_title Ibas: Indonesia Bangsa Maritim, Sumber Pangan hingga Perdagangan Ada di Laut

Dia menekankan, kebijakan ini nantinya akan disesuaikan dengan komitmen global untuk memperbaiki tata kelola perdagangan di e-Commerce. Saat ini, peraturan ini tengah digodok oleh World Trade Organization (WTO).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nah untuk itu bagaimana pembicaraan kita dalam WTO untuk perdagangan melalui elektronik kita kan menjadi pemain aktif di sana, kita sudah commited," kata dia secara virtual, Kamis, 25 Februari 2021.

img_title E-Commerce Harus Utamakan Produk Lokal, Mendag Dorong Transparansi dari Platform hingga Konsumen

Lutfi mengakui, saat ini perdagangan di e-Commerce Indonesia banyak kejanggalan, khususnya terkait adanya tindakan-tindakan predatory pricing atau perang harga serendah-rendahnya hingga praktik dumping.

Baca juga: Rizal Mallarangeng Diangkat Jadi Komisaris Energi Mega Persada

img_title Hadiri AEM 2026, Wamendag Roro Dorong ASEAN Perbesar Peluang Bagi Pelaku Usaha Nasional

"Sepertinya pasar ini menjadi liar terjadi yang namanya predatory pricing jadi hajar-hajaran harga mereka untung di mana buang di mana bakar duit. Itu melanggar asas-asas perdagangan yang adil dan bermanfaat," ucapnya.

Oleh sebab itu, dia menjamin, aturan ke depan terkait e-Commerce ini akan menjadi sarana pencipta perdagangan yang adil, baik dan bermanfaat baik bagi para perdagangan maupun para konsumen nya.

"Kami Kementerian Perdagangan sebagai wasit akan memastikan marketplace kita menganut asas perdagangan yang adil baik dan membawa manfaat bagi penjual dan pembeli," papar Lutfi.

Dengan model perdagangan di e-Commerce yang sehat ke depannya, Lutfi menginginkan agar produk-produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bisa menguasai pasar di dalam negeri sebelum bisa mengekspor nantinya.

"Yang kita inginkan bagaimana UKM kita bisa menjadi jagoan di pasar dalam negeri. Bayangan saya itu saya ingin tumbuh 1.000 wadah baru di Indonesia memanfaatkan pasar digital kita," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagaimana diketahui, pola perdagangan e-Commerce menjadi perhatian masyarakat beberapa waktu lalu akibat munculnya isu mengenai sosok Mr Hu yang disebut-sebut selalu muncul sebagai pengirim barang-barang eceran murah dari China melalui Shopee.

Nama itu membuat isu cross border transaction atau transaksi lintas perbatasan kembali ramai diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir. Isu ini dianggap bisa mematikan usaha produksi barang eceran dalam negeri. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut