Indonesia Punya Pusat Pengembangan Industri Digital di Batam

Menko Perekonomian AIrlangga Hartarto
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meresmikan peluncuran Nongsa Digital Town, Batam, Selasa, 2 Maret 20201. Tempat ini akan menjadi pusat pengembangan industri digital.

img_title Dari Analisis hingga Deteksi Penipuan, Ini 5 Peran AI dalam Perkembangan Aset Digital

Airlangga menuturkan, Nongsa Digital Town atau Nongsa D-Town merupakan buah dari kerja sama bilateral Indonesia-Singapura untuk mendorong perkembangan industri digital di Batam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya sangat berharap dengan dibukanya Nongsa D-Town menjadi tonggak penting bagi perkembangan industri digital di Batam dan menjadi batu loncatan untuk meningkatkan kerja sama Indonesia dan Singapura di masa depan,” kata dia.

img_title IHSG di Balik Layar Digital: Mengenal Peran Data, Algoritma, dan Teknologi dalam Pasar Saham Tanah Air

Baca juga: Intip Apartemen Baru Adhi Commuter Properti Berkonsep TOD di Cibubur

Perkembangan industri digital di Batam, ditegaskannya sejalan dengan strategi pembangunan tematik Batam dalam Masterplan Percepatan Pembangunan wilayah Batam-Bintan-Karimun-Tanjungpinang (BBKT).

img_title IHSG Anjlok 8 Persen dan Rupiah Menembus Rp18.021, Ini Pelajaran Penting Tentang Keuangan di Era Digital

Untuk mencapai target pertumbuhan 5,8 persen pada 2020-2025, daerah BBKT membutuhkan investasi tahunan rata-rata Rp75 triliun. Di antara kawasan lainnya, Batam akan memiliki peran yang signifikan karena diharapkan dapat memberikan kontribusi terbesar terhadap total investasi yang masuk ke kawasan itu.

Batam menurutnya juga memiliki keunggulan geo-strategis karena lokasinya yang dekat dengan Singapura. Batam diharapkan berfungsi sebagai jembatan digital untuk menghubungkan Singapura ke kota-kota lain yang sedang berkembang di Indonesia.

Pengembangan Batam sebagai jembatan digital juga telah dicita-citakan oleh Presiden Joko Widodo dalam Leaders Retreat tahun 2017.

“Salah satu sorotan kerja sama bilateral kita yang baru-baru ini disahkan oleh Menteri Chan dan Saya pada Pertemuan Tingkat Menteri ke-10 tahun 2020 adalah perkembangan industri digital di Batam melalui pembentukan pusat data,” ucap Airlangga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menerangkan pentingnya teknologi digital di masa pandemi ini. Menurutnya, teknologi digital telah membantu pemerintah dan swasta dalam merampingkan proses bisnis yang rumit. Selain itu, teknologi digital juga membantu mempromosikan lingkungan kerja yang lebih praktis dan fleksibel selama pandemi.

“Usai pandemi, saya melihat perlunya bisnis menjadi lebih adaptif terhadap transformasi teknologi, agar pekerja juga lebih paham secara digital,” tutur dia.

Pemerintah dan industri memperkuat ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah plastik dan pemberdayaan pemulung.

Dorong Ekonomi Sirkular yang Inklusif, Pemerintah Gandeng Industri, Koperasi, hingga Pelaku Informal

Ekonomi sirkular didorong melalui berbagai kolaborasi pemerintah, industri, dan koperasi. Koperasi Pemulung Berdaya menampung hingga 6 ton botol PET per hari.

img_title
VIVA.co.id
18 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut