Digitalisasi Selamatkan Ekonomi di Tengah Pandemi, Ini Buktinya
- https://www.einfochips.com/
“Hampir 900 ribu merchant kami 90 persennya itu UMKM. Di mana ekosistem dari merchant UMKM ini sebetulnya bisa dimanfaatkan dengan sangat menarik oleh berbagai inisiatif. Jumlah pedagang di OVO pada 2020 mencapai 66 persen,” kata Karaniya.
Dia mengungkapkan, penggunaan uang elektronik sekarang semakin luas. Bahkan, juga bisa sebagai alat untuk mendorong pasar modal. Jadi bermain investasi bisa dilakukan dengan uang elektronik.
“Hampir 55 persen di Bareksa, reksa dana yang membeli dana dengan uang elektronik. Ini bukti industri e-money sudah going beyond payment. Ini potensi menarik dan penting dikembangkan terus ke depan,” tuturnya.
Director of Technology Information & Operation, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Indra Utoyo berpendapat, sistem pembayaran digital harus merujuk pada ekosistem kolaborasi dan UMKM. Sinergi dengan fintech pun dilakukan.
“Kita berkolaborasi secara masif dengan fintech atau digital player, ini akan menjadi pembayaran di masa depan. Kita bank mikro perlu melakukan pembayaran sebanyak-banyaknya dan semurah-murahnya, maka itu berkolaborasi dengan OVO dan teman-teman e-money lain perlu dilakukan,” jelasnya.
Dalam kesempatan sama, Chief Technology Officer LinkAja, Rahmat Bagas Santoso mengungkapkan hal sama. Saat ini merchant yang telah dimiliki banyak dari UMKM. Selain itu, mereka juga mengaplikasikan keuangan syariah untuk beramal.
“Kita berharap penetrasinya lebih cepat dan lebih baik. Karena pelayanan sesuai dibutuhkan oleh pasar. Saat ini sudah 66 juta pengguna terdaftar,” jelas Rahmat.