LPS Pertimbangkan Hapus Premi Penjaminan, Ini Syaratnya

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa.
Sumber :
  • Instagram @purbayasadewa

VIVA – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, pihaknya bersedia mempertimbangkan untuk menghilangkan premi penjaminan bank.

img_title Melonjak 69 Persen, MSIG Life Bukukan Laba Bersih Rp 181 Miliar di Semester I-2026

Akan tetapi, dia menyatakan, ada syarat yang harus bisa dipenuhi perbankan supaya premi tersebut dihilangkan. Yakni dana-dana yang ada di bank harus bisa tersalurkan dalam bentuk kredit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini diutarakannya untuk merespons permintaan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) untuk meniadakan premi. Kata dia, Ketua Umum Perbanas Kartika Wirjoatmodjo telah berkirim surat ke LPS terkait hal ini.

img_title BCA Bakal Tebar Dividen Tiap Kuartal, Intip Jadwalnya

Baca juga: Anindya Yakin Kadin Bisa Bangkitkan Ekonomi, 87 Asosiasi Beri Dukungan

"Saya tantang Pak Tiko imbau atau paksa kepada anggotanya untuk menyalurkan kredit, jangan ditempatkan di BI saja. kalau itu terjadi akan serius evaluasi dan pertimbangkan penghilangan premi tersebut," kata dia di Bali, Sabtu, 10 April 2021.

img_title Purbaya: Pembayaran Kewajiban Kopdes Merah Putih Dibayar Langsung ke Himbara

Secara regulasi, Purbaya menekankan, pada dasarnya Undang-undang LPS tidak menghendaki adanya penghilangan pembayaran premi. Hal ini pun diklaimnya telah disampaikan ke Perbanas.

"Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Perbanas mengirimkan surat untuk dihilangkan premi LPS. Waktu itu kami jawab, tidak bisa karena undang-undangnya tidak bisa," tegas dia.

Akan tetapi, dia melanjutkan, bila memang penghapusan premi ini dimungkinkan dan dampaknya positif terhadap perekonomian Indonesia maka LPS akan lakukan evaluasi ulang dan mengkonsultasikannya dengan DPR.

"Kalau memang itu dimungkinkan dan dampak positif ke perekonomian LPS akan evaluasi ulang dan konsultasi dengan DPR. Kita tahu semuanya stabil, kelemahannya ekonomi kita sekarang kredit belum tumbuh," papar dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, Undang-undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang LPS menyebutkan, setiap bank yang menjalankan usahanya di Indonesia diwajibkan untuk menjadi peserta dan membayar premi penjaminan.

Premi untuk setiap periode sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ditetapkan sama untuk setiap bank sebesar 0,1 persen dari rata-rata saldo bulanan total simpanan dalam setiap periode.

Kerja sama Chandra Asri Group dengan Bank Mandiri.

Dukung Ekosistem Industri Petrokimia Nasional, Chandra Asri Group dan Bank Mandiri Perkuat Kerja Sama Strategis

Direktur Polymer Sales PT Chandra Asri Pacific Tbk, Raymond Budhin, mengatakan bahwa kerja sama dengan Bank Mandiri melengkapi dukungan Chandra Asri Group kepada mitra.

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut