Hannover Messe Buka Peluang Kerja Sama Pengembangan Vaksin RI-BioNTech
- VIVA/Miranti Hirschmann
VIVA – Pertemuan bilateral tingkat tinggi antara Indonesia dan Jerman dilaksanakan secara daring, Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin dan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, menyepakati kemitraan dua negara, diantaranya bidang kesehatan, kerjasama ekonomi, investasi, pendidikan, lingkungan serta perlindungan iklim.Â
Pertemuan yang dilaksanakan pada 13 Maret 2021 ini merupakan rangkaian penyelenggaraan Hannover Messe 2021, dimana Indonesia menjadi Partner Country atau Tamu Kehormatan.
Duta Besar RI di Jerman, Arif Havas Oegroseno mengatakan hasil pertemuan bilateral antara Kanselir Angela Merkel dan Presiden Jokowi pada intinya menyepakati sejumlah kerjasama, antara lain di bidang kesehatan utamanya terkait masalah pandemi dunia.Â
"Indonesia dan Jerman baru saja menandatangani kerjasama bidang kesehatan Indonesia dan Jerman. Selama Pandemi ini, Jerman sudah membantu pembangunan dan penguatan rumah sakit. Kita ingin memperluas kerjasama bidang industri kesehatan," kata Arif kepada reporter VIVA di Jerman, Miranti Hirschmann.
Arif menambahkan kerjasama bidang kesehatan di masa pandemi yang ditawarkan Kanselir Merkel, diantaranya kerjasama pengembangan vaksin antara BioNtech dengan Indonesia.
"Bapak Presiden akan segera memfollow up permintaan tersebut. Bayangan saya, Biofarma atau Kima Farma dapat bekerja sama dengan BioNtech dalam pengembangan vaksin. Kita ketahui mRNA adalah vaksin jenis baru. BioNtech juga tertarik untuk pengembangan vaksin lain juga obat-obatan," ungkapnya.
Dalam bidang investasi, lanjut Arif, Indonesia ingin menarik investasi Jerman dalam skala besar. Tak tanggung-tanggung, Presiden Jokowi sendiri yang akan menyiapkan kawasan ekonomi khusus untuk investasi Jerman di Kendal, Jawa Tengah.Â
"Ternyata investasi Jerman di Asia paling tinggi masih Tiongkok. Nomor dua Indonesia dan nomer tiga India. Kita lihat angkanya cukup tinggi. Kami tawarkan pada Jerman suatu area di kawasan Ekonomi khusus dimana area tersebut bisa dijadikan German Industrial Quarters. Tempat dimana industri Jerman bisa berkumpul disitu, mendapatkan insentif, tax holiday 5 sampai 10 tahun dan insentif insentif lain," ujar Arif.
"Saya sendiri sudah bicara dengan beberapa investor Jerman dalam bidang electric mobility, khususnya pembuatan baterai," imbuhnya.
Di bidang pendidikan, Jerman sepakat membantu Indonesia dalam pengembangan SDM melalui training atau pelatihan dalam bidang vokasi. Pemerintah Indonesia memang sedang mendorong peningkatan SDM melalui pendidikan vokasi, bidang yang selama ini kurang mendapat perhatian.