BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 3,5 Persen

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

VIVA – Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 19-20 April 2021 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate.

img_title BI Laporkan Keyakinan Konsumen ke Ekonomi RI Meningkat di Agustus 2026, Cek Datanya

Dengan demikian, suku bunga acuan saat ini tetap berada di level 3,5 persen. Sementara itu, suku bunga deposit facility 2,75 persen dan suku bunga lending facility 4,25 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 19-20 April memutuskan untuk mempertahankan BI-7 Day Reverse Repo Rate," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, Selasa, 20 April 2021.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.632 saat Pasar Respons Positif Pelantikan Destry dan Perang Iran-AS Kembali Memanas

Baca juga: Tegaskan Pemerintah Netral, Jokowi Bakal Buka Munas Kadin di Bali

Perry menyatakan, kebijakan tersebut telah mempertimbangkan perkiraan inflasi yang tetap rendah serta mengutamakan penguatan stabilitas nilai tukar rupiah yang perlu dijaga.

img_title Kebijakan Moneter Tak Cukup Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI, Destry Ungkap Strategi BI Lainnya

"Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global meskipun perkiraan inflasi yang rendah," ungkapnya.

Dia memastikan, BI memperkuat sinergi kebijakan dan mendukung berbagai kebijakan lanjutan untuk mendukung optimisme pemulihan ekonomi nasional.

"Untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional lebih lanjut, BI optimalkan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial akomodatif serta mempercepat digitalisasi sistem pembayaran," tutur dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Perry menekankan, BI juga terus melanjutkan kebijakan-kebijakan tambahan yang telah didesain dalam paket kebijakan sinergi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

"Serta melanjutkan koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mendorong percepatan transmisi kebijakan moneter kepada suku bunga kredit perbankan dan meningkatkan kredit pembiayaan ke dunia usaha," ucap Perry.

Rupiah menguat terhadap dolar AS.

Rupiah Menguat ke Rp 17.731 di Tengah Optimisme Pertumbuhan Ekonomi dan Pengelolaan APBN oleh Suahasil

Hingga pukul 09.15 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.731 per dolar AS. Posisi itu menguat 22 poin atau 0,12 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.753 per dolar AS

img_title
VIVA.co.id
18 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut