PGN Raih Baa3 dari Moody's, Begini Dampaknya ke Kinerja PGAS
- VIVA/Dhana Kencana
VIVA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN (PGAS) dinilai memiliki kekuatan finansial yang tetap kokoh di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang akibat COVID-19. Hal itu tercermin dari peringkat utang perseroan yang positif.
Seperti diketahui Moody's Investors Service pada Kamis 17 Juni 2021 lalu merilis peringkat terhadap status PGN dengan prospek stabil dan peringkat utang senior tanpa jaminan Baa2.Â
Vice President and Senior Credit Officer Moody's, Abhishek Tyagi, mengatakan peringkat itu mencerminkan profil keuangan PGN yang solid dan likuiditas yang kuat, yang seharusnya mampu menyerap dampak dari penurunan permintaan gas akibat pandemi dan penurunan margin distribusi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Riset PT Koneksi Kapital, Marolop Alfred Nainggolan menilai level peringkat Moody's untuk PGN yang dipertahankan di level Baa2, menunjukkan perseroan mampu mempertahankan posisi keuangan dan likuiditas yang baik. Sementara pandemi telah berdampak berat terhadap ekonomi Indonesia, termasuk pada konsumen gas yang menjadi pasar PGN.Â
"Pada Juni 2020, Moody’s juga memberikan rating yang sama, Baa2. Artinya PGN mampu menjaga performanya di tengah tekanan ekonomi yang kuat dan realisasi penurunan harga gas menjadi US$6 per mmbtu yang memangkas margin perseroan," ujar Marolop di Jakarta, Selasa 22 Juni 2021.
Ia mengatakan, harga gas US$6 menjadi salah satu tantangan utama PGN saat ini. Pasalnya tujuh kelompok industri yang mendapat previlege harga dari pemerintah itu mengkonsumsi 60-70 persen dari total penjualan gas PGN.Â
Itu sebabnya, lanjut Marolop, jika program subsidi harga itu tidak optimal, seharusnya pemerintah melakukan evaluasi.Â
"Dengan program harga US$6 per mmbtu mestinya tujuh sektor itu bisa memberi dampak ekonomi yang lebih besar. Di tengah pandemi pemerintah butuh lapangan kerja, pajak dan motor pertumbuhan ekonomi dari tujuh sektor penerima subsidi gas itu," kata Marolop.Â
Sebelumnya, Abhisek menjelaskan, peringkat Baa2 PGN mencerminkan (1) profil kredit standalone (mandiri), dan (2) peningkatan satu tingkat, berdasarkan ekspektasi Moody's bahwa perusahaan akan menerima dukungan dari Pemerintah Indonesia (Baa2 stabil) dan kemungkinan melalui Pertamina saat dibutuhkan.Â