RI Kedatangan Lagi Impor Limbah Beracun

Ilustrasi kontainer berisi limbah beracun.
Sumber :

VIVA – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menerima kontainer impor yang berisi limbah B3 yang beracun dan berbahaya tiba ke Indonesia. Sebelumnya hal ini juga pernah terjadi.

img_title Pemerintah Tak Mau Mobil Listrik Cuma Jadi Barang Impor, Ini Target Barunya

Informasi itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar usai rapat terbatas secara virtual, hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ternyata Bea Cukai mendapatkan lagi, menemukan penyimpangan yaitu masuknya kontainer yang merupakan limbah," kata Siti, Rabu 28 Juli 2021.

img_title Harga Singkong Meroket dari Rp700 Jadi Rp3.000 per Kg, RI Siap Ekspor ke Luar Negeri

Kata Siti, sikap Pemerintah sudah jelas. Limbah B3 yang masuk bakal ditindak dan diproses sesuai aturan berlaku. Karena selain mencemari lingkungan, juga membahayakan kesehatan. Dan masalah tersebut juga direspons oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Baca juga: Menko Airlangga Tegaskan Vaksinasi Agar Rakyat Sehat Ekonomi Bangkit

img_title Pemerintah Alihkan Pengadaan Impor Migas ke Lemigas, Bahlil Sebut Tak akan Bebani APBN

"Oleh karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup akan menangani ini kita tidak menolerir sama sekali masuknya limbah B3 apalagi infeksius dan limbah medis," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebetulnya kasus impor limbah B3 ini sudah berulang kali terjadi di berbagai pintu masuk atau tepatnya di pelabuhan sejumlah daerah.

Tahun lalu saja, ratusan kontainer berisi berbagai jenis bahan baku industri di Pelabuhan Tanjung Priok. Limbah tersebut datang dari berbagai negara.
 

Ilustrasi Minyak Dunia

DPR Sorot Rencana Impor 30 Juta Barel Minyak dari UEA, Ini yang Perlu Dikaji Pemerintah

Anggota DPR Rivqy Abdul Halim meminta pemerintah mengkaji rencana impor 30 juta barel minyak dari UEA, mulai dari kebutuhan kilang hingga dampaknya terhadap subsidi.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut