Menteri ESDM Luncurkan Program Konversi Motor BBM ke Listrik

Menteri ESDM Arifin Tasrif
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro

VIVA – Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meluncurkan Pilot Project Konversi Sepeda Motor Mesin Penggerak Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Motor Listrik. Hal ini dilakukan dalam rangka percepatan penerapan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk transportasi jalan, serta sebagai rencana aksi transisi energi menuju energi bersih.

img_title Bahlil Ungkap Dugaan Aktivitas Tambang di Perkebunan Sawit, Sejumlah Perusahaan Diperiksa

Program KBLBB dalam Grand Strategi Energi Nasional (GSEN) ditargetkan sebanyak 13 juta motor listrik dan 2,2 juta mobil listrik pada tahun 2030, dengan potensi pengurangan konsumsi BBM sebesar 6 juta kilo liter per tahun dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 7,23 juta ton CO2e.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Arifin mengapresiasi upaya dan kerja sama berbagai pihak sehingga pilot project konversi sepeda motor penggerak BBM menjadi motor listrik dengan tema ‘Merdeka Polusi Udara’ dapat terwujud dengan baik.

img_title Terpopuler: Vario Evo vs Aerox, Motor Listrik Chery, dan Adu SUV Hybrid Mewah

"Terutama kepada jajaran Kementerian Perhubungan melalui penerbitan Sertifikat Bengkel Konversi Sistem Penggerak Motor Listrik Pada Kendaraan Bermotor kepada Badan Litbang Kementerian ESDM dan Sertifikat Uji Tipe motor listrik, sehingga kami memiliki kesempatan untuk melaksanakan konversi sepeda motor konvensional menjadi kendaraan bermotor listrik," ujar Menteri ESDM di Bengkel Resmi Konversi Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan EBTKE (P3TKEBTKE/P3Tek), Gunung Sindur dikutip dalam siaran pers, Rabu 18 Agustus 2021.

Baca juga: Tarif Tes PCR COVID-19 di Bandara Soetta dan Husein Sastranegara Turun

img_title Motor Listrik Diajak dari Bromo ke Madura, Begini Kondisi Baterainya

Arifin juga berharap program konversi ini dapat menjadi pionir dan penggerak bagi penciptaan lapangan kerja serta UMKM baru, serta ketrampilan baru bagi generasi muda bangsa, para siswa SMK/vokasi, teknisi bengkel dan lainnya.

Arifin mengatakan, pihaknya juga mengajak kepada Kementerian/Lembaga lain, Pemerintah Daerah, BUMN, pihak swasta termasuk Grab dan Gojek dengan kemitraan terlibat dalam program ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Diharapkan kedepan kolaborasi dapat terus berjalan untuk konversi moda transportasi lainnya dan penyebarluasan pelatihan dan ketrampilan dalam rangka penerapan yang lebih luas," imbuh Arifin.

Program Kendaraan bermotor listrik berbasis baterai ini merupakan bagian dari transisi energi untuk mewujudkan penggunaan energi yang lebih bersih, efisien, mengurangi impor BBM, menghemat devisa serta dapat menghemat subsidi BBM.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut