Pabrik Nikel Cuan Akibat Tumbuhnya Industri Baterai Mobil Listrik

Ilustrasi baterai mobil listrik
Sumber :
  • QZ

VIVA – Pabrik-pabrik yang mengelola atau menambang komoditas nikel menyatakan mendapatkan keuntungan terus atau cuan pada masa Pandemi COVID-19. Ini akibat terus tumbuhnya industri baterai mobil listrik di berbagai negara.

img_title Terpopuler: 10 Mobil Listrik Terlaris Agustus 2026, Merek China Kuasai Pasar, hingga Cara Derek EV

Salah satunya, PT PAM Mineral Tbk (NICL) yang mengumumkan catatan kinerja solid hingga semester I-2021. Penjualan bijih nikel disebutkan meningkat signifikan ditunjang oleh peningkatan harga komoditas nikel sepanjang paruh pertama tahun ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan laporan keuangan in house hingga akhir Juni 2021, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp148 miliar. Sementara itu, pendapatan perseroan sepanjang 2020 sebesar Rp188 miliar. 

img_title Daftar Harga Ban untuk Mobil Listrik, Mulai Rp700 Ribuan

“Jika dibandingkan dengan kinerja 2020, pada semester I tahun ini, Perseroan telah mencapai 79 persen dari penjualan tahun lalu. Kami sangat optimis penjualan 2021 ini akan jauh di atas penjualan tahun lalu” kata Corporate Secretary NICL, Suhartono, Selasa, 24 Agustus 2021.

Dari sisi laba, NICL berhasil mencatatkan Rp26,3 miliar. Angka laba ini disebutkan naik signifikan jika dibandingkan dengan laba bersih semester I 2020 yang masih mencatatkan kerugian sebesar Rp1,8 miliar. 

img_title 10 Mobil Listrik Terlaris Agustus 2026, Ada Pendatang Baru

Di sisi lain posisi keuangan NICL masih sangat solid, dimana pada sisi ekuitas mengalami kenaikan dari sebelumnya sebesar Rp106,7 miliar naik menjadi Rp133,1 miliar atau naik sebesar 25 persen year to date (ytd).

Adapun total aset perusahaan ini sebesar Rp177 miliar per Juni 2021 relatif lebih rendah dari total aset pada Desember 2020 yaitu sebesar Rp.189,7 miliar atau mengalami penurunan sebesar 7 persen secara tahun berjalan.  

Di sisi lain penurunan aset tersebut dibarengi dengan penurunan utang perseroan dari Rp.82,9 miliar pada Desember 2020 menjadi sebesar Rp.43,9 miliar per Juni 2021 atau turun sebesar 47 persen ytd. 

“Dari sisi neraca, struktur permodalan Perseroan sangat solid dan didukung oleh pertumbuhan laba yang tinggi Perseroan yakin dapat terus bertumbuh di masa yang akan datang” ujar Suhartono.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prospek industri nikel dalam beberapa tahun ke depan dikatakannya juga masih sangat menarik karena kebutuhan bijih nikel dunia akan terus mengalami peningkatan. Ini akibat tumbuhnya industri baterai mobil listrik

"Seiring dengan tumbuhnya industri baterai untuk memenuhi kebutuhan mobil listrik di seluruh dunia.  Di sisi lain, Indonesia sebagai salah satu produsen bijih nikel tentunya sangat diuntungkan dalam bisnis ini," paparnya.

Geely EX5 edisi 2026

Geely Siapkan EX5 Baru, Bawa Frunk dan Teknologi LiDAR

Geely bersiap memperkenalkan versi terbaru EX5 di China pada 21 September 2026. SUV listrik tersebut mendapat sejumlah perubahan cukup besar, mulai dari sistem penggerak.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut