Pemda Kini Lebih Mudah Kembangkan Kota Pintar, Ini Buktinya

Ilustrasi kota pintar
Sumber :
  • www.pixabay.com/geralt

VIVA – Semakin majunya teknologi dan tersedianya infrastruktur berbagi pakai atau user sharing, membantu mempercepat pengembangan smart and sustainable city atau kota pintar dan berkelanjutan di Indonesia. Bahkan implementasinya menjadi lebih maksimal.

img_title Ancaman Pandemi Baru Mengintai, Indonesia Mulai Uji Skenario Vaksin 100 Hari

Karena itu, Presiden Direktur Lintasarta Arya Damar mengungkapkan, saat ini Pemerintah Daerah jauh lebih dimudahkan dan lebih murah ketimbang dulu, jika ingin mengembangkan konsep kota pintar dan berkelanjutan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab, dengan tersedianya infrastruktur berbagi pakai, para Pemda tidak perlu lagi memikirkan masalah infrastruktur telekomunikasi, data center, network, security, sampai cloud

img_title Pemotongan DBH Takkan Ganggu Pembangunan Daerah, Purbaya: Mereka Bisa Pinjam ke SMI!

"Semua sudah bisa di-outsource ke pihak lain dengan biaya yang jauh lebih murah. Yang dibutuhkan oleh Pemda adalah aplikasinya. Yang cocok dan yang dibutuhkan tergantung karakteristik daerahnya," ujar Arya dalam webinar SAFE Forum 2021, Selasa, 24 Agustus 2021.

Pengembangan smart and sustainable city ini pun terbukti memberi manfaat yang besar bagi beberapa daerah. Hal itu diakui Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Surabaya, Muhammad Fikser. 

img_title Infrastruktur Rampung dan Fungsional, Program Sekolah Rakyat di 3 Kota Mulai Tahap MPLS Serentak

Menurut dia, manfaatnya antara lain terlihat nyata ketika Pemerintah Kota Surabaya mendorong peningkatan ekonomi Surabaya yang sempat menurun akibat dampak Pandemi COVID-19. Melalui inovasi aplikasi e-Commerce lokal yang diberi nama e-Peken, Pemkot Surabaya mampu menggerakan kegiatan ekonomi para pelaku UMKM dan pedagang toko kelontong di daerah itu. 

Sebagai langkah awal, implementasinya diwajibkan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Surabaya. Mereka wajib berbelanja kebutuhan bahan pokoknya di e-Peken. 

“Kami di Surabaya kurang lebih ada 13 ribu ASN, dan semua ASN ini sekarang wajib belanja lewat e-Peken,” kata Fikser.

Baca juga: Menaker: Sejumlah Negara Tolak Pekerja RI yang Divaksin Sinovac

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengungkapkan, konsep pengembangan smart and sustainable city di Kota Semarang tidak semata-mata hanya terkait pada pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). 

Melainkan juga pada pengembangan non TIK. Dengan demikian hasilnya akan lebih maksimal dirasakan oleh warga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Yang ending-nya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Bambang.

Lepas dari segala manfaat tersebut, pemanfaatan teknologi dalam smart city sebaiknya tidak mengganggu kelestarian bumi. Sebab hal tersebut berkaitan erat dengan prinsip ekonomi berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut