Aroma Jengkol Mendunia Saat Pandemi, Sumbar Sumbang 1,8 Ton

Jengkol produksi petani Sumbar.
Sumber :
  • istimewa.

VIVA – Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang, Iswan Haryanto merinci, selama masa pandemi COVID-19, Provinsi Sumatra Barat sudah mengekspor jengkol sebanyak 1,8 ton dengan frekuensi pengiriman sebanyak 21 kali. 

img_title SKK Mingas Beberkan Alasan Indonesia Mulai Kurangi Ekspor Gas ke Singapura

Menurut Iswan Haryanto, sejak Januari hingga September 2021, Jepang dan Amerika Serikat, merupakan dua negara yang menampung hasil produk pertanian unggulan Sumbar itu dengan total nilai mencapai Rp643 juta lebih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, pengiriman jengkol ke dua negara tersebut, dilakukan melalui jalur udara dari Bandara Internasional Minangkabau atau BIM.  

img_title Rapimnas Kadin 2026 Jadi Momentum Perkuat Daya Saing Ekonomi Indonesia

Baca juga: Awal Mula Luka Kaki Ayu Thalia yang Diduga Dianiaya Nicholas Sean

“Sejak Januari hingga kini, sudah 1,8 ton komoditi jengkol dari Sumbar di ekspor ke beberapa negara. Frekuensi pengiriman 21 kali,” kata Iswan Haryanto, Selasa 2 September 2021.

img_title Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, WKU Kadin: Langkah yang Sangat Tepat!

Melihat fakta komoditi jengkol cukup menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian, Iswan berharap semua pihak terutama Pemerintah Sumatra Barat, dapat memberikan perhatian lebih atas komoditi ini. 

Selain itu dengan sistem pengiriman, Iswan juga berharap ke depan tidak hanya melalui jalur udara, tapi juga di ekspor ke negara lain dengan jumlah yang lebih banyak melalui jalur laut. 

“Agar ekspor ditingkatkan. Mohon agar semua pihak terkait mulai perhatikan ekspor ini. Pihak Provinsi bersama dengan Karantina, sudah membahas tim percepatan ekspor ini. Dan, akan segera diterbitkan SK Gubernur terkait percepatan ekspor untuk produk pertanian ini. Juga tidak hanya jengkol, melainkan produk pertanian lainnya juga,” tutup Iswan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS), merilis Petai dan Jengkol yang masuk ke dalam kode HS 07089000. Yakni sayuran polong-polongan lainnya, dikupas atau tidak serta segar alias didinginkan, merupakan komoditi yang dilirik beberapa negara. 

Bahkan, BPS mencatat, sepanjang tahun ini saja, dua komoditas tersebut telah diekspor seberat 522.875 ton hingga Juni 2021. Sementara itu, dari sisi nilai ekspornya sendiri tercatat mencapai US$755.658.

West Java Expo (WJX) 2026

West Java Expo 2026 Catat Transaksi Rp 477,3 Miliar, Produk Jabar Tembus Pasar Global

West Java Expo (WJX) 2026 berlangsung dengan capaian yang menggembirakan dengan total nilai transaksi mencapai Rp 447,3 miliar. Baca artikel selengkapnya

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut