Pasang PLTS Atap, Pabrik Tepung Ini Bisa Hemat Rp3 M Per Tahun

Ilustrasi PLTS Atap.
Sumber :
  • istimewa

VIVA – Produsen tepung nasional, PT Bungasari Flour Mills Indonesia menggenjot penggunakan energi baru terbarukan (EBT), dengan memasang PLTS Atap, guna mendukung operasional pabriknya saat ini. Penggunaan sumber listrik baru itu diproyeksi akan hemat miliaran rupiah per tahun.

img_title Puluhan Warga di Karawang Diduga Keracunan Gas dari Pabrik, Dilarikan ke RS

Presiden Direktur Bungasari Budianto Wijaya mengungkapkan, pabrik tepung yang akan dipasang PLTS Atap berada di Kawasan Industri Medan 4, Sumatra Utara. Pemasangan sistem PLTS dengan kapasitas 2.4 megawatt-peak ini, merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan unit usaha Bungasari dengan mengurangi dampak buruk lingkungan dengan menghadirkan energi ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pembangunan PLTS Atap itu lanjutnya, menggandeng PT Xurya Daya Indonesia yang merupakan startup penyedia jasa pembangunan PLTS atap. Perjanjian pembangunan PLTS atap tersebut telah ditandatangani kedua pihak pekan lalu.

img_title Berharap Keluar dari Ketertinggalan Ekstrem, Buka Ceritakan Kondisi Terkini Dusun Baturangin

"Setelah penandatanganan perjanjian, tim pembangunan PLTS atap ini segera masuk ke tahap berikutnya, yakni proses desain dan konstruksi," jelas Budianto Wijaya dikutip dari keterangannya, Senin, 13 September 2021.

Memanfaatkan atap pabrik dengan membangun PLTS atap merupakan bentuk partisipasi Bungasari dalam menekan tingkat pemanasan global, yang mengancam keberlangsungan produksi pertanian akibat dampak cuaca ekstrem. Inisiatif Bungasari ini juga menjadi sejalan dengan Gerakan Nasional Sejuta Surya yang telah dikampanyekan oleh pemerintah sejak 2017.

img_title Pacu Proyek PLTS 100 GWp, Bahlil Sebut Potensi Nilai Karbon Capai Rp 6,31 Triliun

"Untuk waktu pemasangan dan penyelesaian proyek ini diperkirakan memakan waktu sekitar lima hingga enam bulan, sehingga di awal tahun 2022 proyek ini diharapkan sudah selesai di tahap awal dan bisa mulai beroperasi," Budianto, menambahkan.

Baca juga: Ahok Sebut Pertamina Paling Top Punya Subholding, Erick Pasang Target

Sementara itu, Managing Director Xurya Eka Himawan mengapresiasi komitmen Bungasari sebagai pabrik terigu pertama di Indonesia yang menggunakan EBT dalam kegiatan operasionalnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Langkah ini tentu sangat penting untuk mengurangi dampak climate change yang dapat mengancam keberlangsungan produksi pertanian. Setiap industri memang perlu memperhatikan aspek lingkungan dalam kegiatan operasionalnya, dan Bungasari telah selangkah lebih maju dalam hal ini,” tambahnya.

Beroperasinya proyek PLTS atap ini, Bungasari akan memproduksi sendiri energi listrik untuk kebutuhan pabriknya di Medan, dengan sumber tenaga surya sebesar 2.940.819 kilowatt-hour (kWh) per tahun.  Atau setara dengan penghematan pengeluaran hingga Rp3 miliar per tahun.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut