Pesangon Tak Kunjung Cair, Pilot Merpati Mengadu ke Komnas HAM

Pesawat Boeing 737-300 Bugodi milik Merpati (ilustrasi)
Sumber :
  • Antara/ Rosa Panggabean

VIVA – Pilot dan karyawan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) yang tergabung dalam Paguyuban Pilot Eks Merpati, mendatangi Komnas HAM RI, Kamis, 16 September 2021. Mereka mengadukan kejelasan pembayaran pesangon maupun pensiun yang dijanjikan perusahaan.

img_title Komnas HAM Minta Propam dan Kompolnas Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo

Captain Eddy Sarwono, selaku perwakilan paguyuban mengatakan, persoalan ini merupakan persoalan lama. Yang terus menggantung di tengah proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) maskapai BUMN penerbangan perintis tersebut dengan biaya sebesar Rp2 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mohon dibayangkan jika biaya tersebut alih-alih digunakan sebagai kewajiban MNA untuk karyawannya yang sangat menantikan hak-hak gunanya untuk menyambung hidup dan keluarga," kata Eddy usai pertemuan dengan Komisioner Komnas HAM.

img_title Tindak Lanjut Arahan Prabowo, Danantara Genjot Penyederhanaan Anak Usaha BUMN

Baca juga: Percepat Proyek Tol Cisumdawu, Peledak Dahana Beraksi Belah Gunung

Untuk itu, dia mengatakan, Paguyuban datang ke Komnas HAM untuk meminta perlindungan sekaligus membantu penyelesaian hak-haknya. Mereka menyatakan tidak meminta tanda jasa ke negara meskipun tugas dulu sangat berat untuk membuka jalur penerbangan perintis.

img_title Fundamental Bisnis Dinilai Kuat, Danantara Indonesia Kaji Langkah Buyback Saham SIG

"Kami eks karyawan tidak meminta tanda jasa, kami hanya mohon perhatian dari pemerintah mengingat misi tugas MNA sebagai maskapai udara nusantara yang merintis pembukaan daerah-daerah terpencil, bukan BUMN berorientasi profit," tegas dia.

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara yang menerima langsung paguyuban di Kantor Komnas HAM menyatakan, akan menindaklanjuti aduan ini karena pada dasarnya mereka telah membuat laporan ke Komnas HAM pada 2015 namun tidak selesai.

"Kami memiliki kewajiban menyelesaikannya pada periode ini dan harapan Komnas HAM, pihak-pihak nanti yang dimintai keterangan bisa menjelaskan secara gamblang kebijakan dan solusinya seperti apa dan kapan," papar dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beka pun menekankan, menyatakan komitmen Komnas HAM untuk segera menindaklanjuti aduan ini dengan memanggil Menteri BUMN, Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan dan Kementerian atau Lembaga terkait lainnya.

"Untuk bisa menjelaskan duduk masalah yang ada sekaligus meminta keterangan terkait alternatif solusi yang bisa disampaikan negara sehingga permasalahan yang ada di Merpati Nusantara jelas dan kami akan secepatnya proses pengaduan ini," tegas Beka.

Ketua Komisi Nasional (Komnas) HAM Anis Hidayah

Komnas HAM Minta Pemulihan Psikologi Buat Santriwati Ponpes di Sukoharjo yang Diduga Trauma Akibat Penggerebekan Polri

Polda Jawa Tengah mengembangkan kasus pembakaran warung mi babi di Sukoharjo dengan melakukan penggerebekan di dua ponpes wilayah Sukoharjo dan Karanganyar

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut