Luhut: Indonesia Garap Quick Win 100 Smart City

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Sumber :
  • Kemenko Marves

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan, dalam pengembangan smart city di beberapa negara, dibutuhkan peran teknologi dan inovasi terkini dalam pelaksanaannya.

img_title Luhut: Uji Coba Transfer Tunai Bansos Rp 5,4 Juta Per Keluarga Dimulai di Kuartal I-II 2027

Dia berpendapat, secara garis besar, negara-negara yang telah menerapkan smart city itu telah menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, untuk membantu berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Misalnya seperti mengendalikan energi, pasokan air, mengurangi polusi, bahkan mengatur lalu lintas," kata Luhut dalam telekonferensi, Kamis 30 September 2021.

img_title Luhut Tegaskan Pemanfaatan AI Tak Boleh Hilangkan Nilai Etika dan Karakter

Baca juga: Mahfud MD Ungkap Perintah Jokowi Batalkan Kepengurusan Moeldoko

Berdasarkan data McKinsey, Luhut mengatakan bahwa teknologi smart city dapat mengarah pada peningkatan indikator kualitas hidup utama sebesar 10-30 persen.

img_title Luhut dan Menlu China Wang Yi Rapat soal Investasi, Intip Pembahasannya

"Termasuk pengurangan angka kriminal, menurunkan beban kesehatan, memperpendek perjalanan, dan menurunkan emisi karbon," ujarnya.

Di Indonesia sendiri, Luhut memastikan  konsep smart city juga telah dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), melalui penyesuaian masterplan dan Quick Win Kota Pintar di 100 kota di Indonesia.

Adapun enam pilar pembangunan kota-kota pintar itu menurut Luhut adalah smart governance, smart society, smart living, smart economy, smart environment, dan smart tending.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pandemi COVID-19 pada akhirnya harus memaksa masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan, seperti penggunaan masker, jaga jarak, dan mengurangi kerumunan," kata Luhut.

"Di Indonesia, pemerintah menggunakan platform PeduliLindungi yang menggunakan cloud system yang digunakan untuk mengatur aktivitas manusia, khususnya di tempat umum," ujarnya.
 

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan

Tak Hanya Jadi Pasar Teknologi Global, Luhut Dorong RI Kembangkan AI dengan Kapasitas Nasional

Ketua DEN, Luhut mengatakan, Indonesia harus membangun kapasitas sendiri agar nantinya tidak hanya menjadi pengguna teknologi, termasuk dalam hal pemanfaatan AI tersebut

img_title
VIVA.co.id
6 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut