Tips dan Trik Investasi saat Pandemi Ala Dirjen PPR Kemenkeu

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetyo

VIVA – Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman memberikan tips dan trik supaya aman, cuan dan nyaman dalam berinvestasi di tengah masa Pandemi COVID-10.

img_title Kadin: Investasi Dalam Negeri Tembus Rp 2.000 triliun di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

Tips dan trik ini dia berikan karena diakui bahwa minat masyarakat saat ini untuk berinvestasi sangat tinggi mengingat dampak dari Pandemi COVID-19 menekan pendapatan masyarakat secara umum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ketidakpastian terhadap pekerjaan dan pendapatan mengharuskan kita harus semakin bijak dalam mengelola keuangan, berapa yang harus dibutuhkan untuk masa depan termasuk dana darurat dan investasi," tuturnya dikutip Selasa 5 Oktober 2021.

img_title Prabowo Sebut Pendidikan Butuh Investasi yang Besar, Akui Korupsi Sesungguhnya Awal Kehancuran Bangsa

Baca juga: Listrik Tanpa Kedip saat PON Papua, Ini Sistem yang Dibangun PLN

Apalagi, dia menambahkan, Pandemi COVID-18 ini membuat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat menurun sehingga membuat pengeluaran untuk belanja seperti untuk hiburan dan wisata juga turun.

img_title Suahasil Pede Investasi di RI Tumbuh 7% pada 2027, Ini Faktornya

"Pandemi COVID-19 dipercaya dapat mendorong percepatan transformasi masyarakat menuju investment oriented society. Pembatasan aktivitas sosial membuat ekonomi menurun namun di sisi lain membuat pengeluaran untuk belanja tertentu juga menurun," paparnya.

Oleh sebab itu, dia menekankan, penurunan alokasi belanja tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat secara umum untuk memulai atau meningkatkan alokasi biaya untuk investasi.

"Penurunan alokasi belanja tersebut dapat dimanfaatkan untuk memulai atau meningkatkan alokasi untuk berinvestasi bisa ke sektor riil, instrumen keuangan atau tidak kalah pentingnya investasi pada pengembangan diri," ungkapnya.

Dengan orientasi tersebut, Luky mengatakan, penting bagi masyarakat memahami tips dan trik dalam berinvestasi supaya memahami peluang dan risiko yang dihadapi saat berinvestasi.

"Ibarat memilih jodoh memilih instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan investasi bisa menjadi masalah pelik. Saya akan memberikan tips and trick dalam berinvestasi. Manteranya cukup simpel dan mudah diingat, yaitu 2 R dan 2 L, return, risk and legal, logic," tegas dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk 2 R, dijelaskannya, masyarakat harus memahami aspek yang terkait dengan imbal hasil dan risikonya. Biasanya produk yang memiliki potensi keuntungan tinggi risikonya juga tinggi.

Dengan begitu, masyarakat diimbau jangan sampai hanya tergiur produk investasi yang menawarkan imbal hasil sangat tinggi namun tidak memahami risikonya secara utuh.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut