Mendag Prediksi RI Bakal Jadi Raksasa Perdagangan Karbon Dunia

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi
Sumber :
  • Antara/HO-Kemendag

VIVA – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan, Indonesia berpotensi sebagai negara superpower dunia dalam perdagangan karbon. Meskipun dia belum bisa menargetkan kapan itu terealisasi.

img_title Australia Jadi Pasar Kopi RI, Nilai Ekspor Rp10 Triliun Dibidik dalam 3 Tahun

Ini disampaikannya saat menghadiri Dewan Menteri Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di Paris, Prancis pada pekan ini. Dia berbicara di sesi pleno Building a Green Future.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Indonesia berpotensi menjadi carbon offset superpower di dunia melalui perdagangan karbon sukarela secara internasional," ungkap Lutfi dalam keterangan tertulisnya, Jumat 8 Oktober 2021.

img_title Menteri LH Sebut RI Punya Potensi Ekonomi Karbon Rp4.500 Triliun, Jumhur Wanti-Wanti Ini ke Semua Pejabat

Baca juga: Bikin Geger, Ini Penampakan Bambu yang Dipakai PUPR Buat Jalan Tol

Untuk merealisasikan kapasitas ini, Lutfi menekankan kerja sama internasional diperlukan untuk mendorong kolaborasi antara pemerintah dan swasta dalam rangka pengembangan kerangka regulasi kebijakan yang efektif.

img_title Respons Kritik Mantan Mendag Soal Kebakaran Hutan, Singapura Singgung Konfrontasi dengan Indonesia

Lutfi juga secara tegas menyampaikan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebagaimana tercantum dalam kesepakatan Paris Agreement. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kebijakan carbon pricing.

Pada sesi Building a Green Future ini juga dibahas upaya mendorong agenda pemulihan ekonomi yang kini juga dikemas untuk mendukung agenda transisi menuju ekonomi hijau, inovasi, dan peluang ekonomi baru bagi para pekerja.

Untuk mencapai upaya pemulihan ekonomi yang dipadukan dengan pencapaian target net zero emission, tentunya memerlukan kerja sama internasional. Hal ini dapat dilihat dari beberapa inisiatif yang diluncurkan beberapa negara.

Misalnya, dia menyebutkan Green Deal di Uni Eropa, Build Back Better World diantara negara-negara anggota G7, Beyond Zero initiative di Jepang dan Blue Dot Network antara Amerika Serikat, Jepang, dan Australia.

Pada kesempataan ini, Lutfi juga menyatakan telah melaksanakan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Daya Saing Ekonomi Prancis Franck Riester.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertemuan membahas penguatan hubungan perdagangan bilateral dan investasi kedua negara antara lain terkait diversifikasi produksi nikel, energi terbarukan, akses pasar produk ban dan TV digital.

"Kerja sama internasional diperlukan untuk mendorong kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam rangka pengembangan kerangka regulasi kebijakan yang efektif,” ujarnya.

Eks Menpora Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman

Syed Saddiq Respons Pernyataan M. Lutfi soal Karhutla: Ini Bukan Malaysia Lawan Indonesia!

Anggota parlemen Malaysia Syed Saddiq, menanggapi pernyataan mantan Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi terkait dengan asap karhutla yang terjadi saat ini

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut