KKP: Kapal Indonesia Ditangkap, Malaysia Minta Barter

Kapal berbendera Indonesia (ilustrasi).
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Berton Siregar

VIVA – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pamuji Lestari mengatakan, kapal asing memang beberapa kali tidak memiliki izin masuk ke Indonesia untuk mengambil ikan di laut. Maka dari itu, hal ini harus ditertibkan bersama agar tidak lagi terjadi pencurian ikan ilegal.

img_title Dihantam Ombak saat Memancing di Perairan Merak, 2 Orang Tewas dan 1 Selamat

“Ini harus ditertibkan bersama. Karena mereka biasanya alasan tidak punya radar atau GPS, sehingga masuk ke Indonesia. Sebenarnya alasan klise,” kata Lestari saat diskusi Indonesia Maritim Club yang diselenggarakan myshipgo pada Sabtu, 23 Oktober 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan

Photo :
  • vivanews/Andry Daud

img_title Bos Kapal Tanker Pembawa 1,16 Ton Ketamine Digiring ke Bareskrim, 7 ABK Dipulangkan

Menurut dia, diplomasi luar negeri juga harus diwaspadai karena terkadang dimanfaatkan oleh pihak asing untuk tukar guling dengan kapal-kapal Indonesia yang ditangkap juga. Misalnya, kapal Indonesia yang ditangkap di Malaysia tuntutannya agar dibebaskannya kapal-kapal asing.

“Kapal kita di Malaysia ditangkap juga, dan mereka minta kapal asing yang ada di Indonesia dibebaskan. Jadi kaya barter, ini yang harus diwaspadai diplomasi di luar negeri,” ujarnya.

img_title Diskon Tiket Pesawat hingga Kapal Feri untuk Nataru 2026/2027! Catat Tanggal Mulai dan Besar Potongannya

Jadi, kata Lestari, sekarang Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono arahannya untuk dilakukan penangkapan secara terukur terhadap kapal-kapal asing yang mencuri ikan ilegal di perairan Indonesia.

“Penangkapan terukur ini adalah penangkapan yang nanti kuotanya di pemerintah. Kalau dikasih izin berlayar, itu kadang-kadang berlayar ngambil ikan apa saja. Tidak hanya kuotanya, tapi jenisnya kita batasi,” jelas dia.

Kini, lanjut dia, kapal-kapal asing yang ditangkap tidak lagi ditenggelamkan. Akan tetapi, kapal asing ilegal yang ditangkap dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi atau pelatihan dan lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tentu dengan pendampingan kita. Jadi kita manfaatkan seperti itu, tapi proses hukumnya masih panjang,” ucapnya.

Tersangka kasus dugaan penyelundupan 1,16 ton ketamin dengan Kapal MT Global 168 berinisial YCY (tengah)

7 WNI Awak Kapal Pengangkut 1,16 Ton Ketamin Dibebaskan, Satu Warga Taiwan Jadi Tersangka Tunggal

Bareskrim Polri menyebut tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang diamankan dalam penangkapan Kapal MT Global 168 mengangkut 1,16 ton ketamin tidak ada niat jahat

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut